Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai langkah konkret, Kemenhub kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan skala besar dengan total muatan mencapai 7,9 ton. Upaya ini dirancang untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di berbagai wilayah NTT.
Bantuan logistik yang dikemas rapi dalam 768 dus tersebut dikirimkan melalui jalur laut memanfaatkan armada KM Tidar milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Sinergi ini ditandai dengan serah terima simbolis bantuan di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sebelum kapal bertolak menuju Indonesia Timur.
Sekretaris Jenderal Kemenhub, Arif Toha, mengungkapkan bahwa aksi kemanusiaan ini lahir dari rasa empati yang mendalam dari seluruh keluarga besar Kemenhub. Melalui penggalangan donasi internal yang berlangsung pada 15-22 Agustus 2026, para pegawai berhasil mengumpulkan berbagai macam kebutuhan darurat yang sangat dibutuhkan warga di pengungsian.
“Sebagai wujud kepedulian sosial, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan bergerak cepat merespons situasi darurat ini. Seluruh jajaran pegawai bergotong-royong mengumpulkan bantuan guna meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di NTT,” ujar Arif.
Logistik bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan esensial, mulai dari bahan makanan pokok, makanan siap saji bernutrisi, selimut hangat, tikar untuk alas tidur, hingga perlengkapan sanitasi dan kebutuhan pendukung lainnya. Distribusi melalui jalur laut ini dipilih untuk memaksimalkan kapasitas muatan yang dikirim dalam satu waktu.
Sebelum pengiriman via laut ini, Kemenhub sebenarnya telah menyalurkan bantuan tahap awal menggunakan jalur udara. Pendistribusian tersebut dilakukan bekerja sama dengan Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Bandara Halim Perdanakusuma pada tanggal 22 dan 24 Agustus 2026. Kombinasi jalur udara dan laut ini diharapkan mampu memperluas serta mempercepat jangkauan distribusi bantuan hingga ke pelosok daerah yang terdampak gempa.

