Site icon Media KotaKita

Pasca-Gempa NTT Magnitudo 7,7: 111 Korban Jiwa dan Ribuan Gempa Susulan Masih Menghantui

Dua pekan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah tersebut masih terus berjuang menghadapi dampak bencana yang luar biasa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban meninggal dunia akibat bencana alam ini tercatat sebanyak 111 orang. Di samping duka mendalam atas hilangnya nyawa, wilayah NTT juga terus diguncang oleh ribuan gempa susulan yang membuat warga tetap dalam kondisi waspada tinggi.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas seismik di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda. Hingga kini, tercatat ada sekitar 9.278 gempa susulan dengan rentang kekuatan terkecil magnitudo 1,0 hingga yang terbesar mencapai 6,2. Dari ribuan guncangan susulan tersebut, sebanyak 153 gempa di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, memicu kecemasan di tenda-tenda darurat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa ada lonjakan drastis pada jumlah warga yang mengungsi. Kenaikan angka ini terjadi setelah pihak terkait melakukan validasi dan pemutakhiran data di lapangan, khususnya di Kabupaten Ngada. Sebelumnya, data pengungsi di Ngada tercatat hanya 3.259 orang, namun setelah diverifikasi ulang secara mendalam, angkanya melonjak signifikan menjadi 21.552 jiwa.

Pemerintah bersama berbagai lembaga kemanusiaan terus mempercepat penyaluran bantuan logistik ke wilayah terdampak guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.916 ton. Alokasi bantuan disebar ke beberapa titik krusial, di antaranya Labuan Bajo sebesar 1.200 ton, Maumere 598 ton, serta daerah lainnya termasuk Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Upaya pemulihan pascabencana saat ini difokuskan pada keakuratan data pengungsi dan kelancaran distribusi logistik agar bantuan tepat sasaran. BNPB juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada menghadapi potensi bencana lanjutan, sembari mengalirkan doa dan dukungan moril bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Exit mobile version