PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni kembali menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan di tanah air. Melalui program angkutan gratis yang didukung penuh oleh pemerintah, Pelni sukses memberangkatkan bantuan kemanusiaan tahap kedua sebesar 282,5 ton guna mempercepat proses pemulihan para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan logistik yang sangat dibutuhkan warga terdampak tersebut dikirim langsung dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Lorens Say yang berada di Maumere, NTT. Langkah cepat ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan mempercepat pemulihan infrastruktur serta kehidupan sosial di wilayah tersebut.
Direktur SDM dan Umum Pelni, Heri Purnomo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai instansi, lembaga sosial, dan organisasi masyarakat yang telah bersinergi memanfaatkan program pengiriman gratis ini. Sinergi ini membuktikan kuatnya gotong royong bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana.
Program luar biasa ini dapat terealisasi berkat dukungan penuh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Guna mendukung kelancaran distribusi logistik pemulihan bencana, Kemenhub memberikan dispensasi khusus berupa potongan harga hingga 100 persen alias gratis untuk tarif pengiriman barang bantuan bencana menggunakan kapal penumpang Pelni.
Mengingat volume bantuan yang sangat besar, Kepala Cabang Pelni Jakarta, Muhammad Ardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya membagi proses pengangkutan ke dalam dua armada kapal penumpang andalan Pelni secara bertahap:
- KM Tidar: Armada pertama yang bertolak dari Jakarta pada Sabtu (29/8) dengan mengangkut 135 paket bantuan logistik seberat 67,5 ton.
- KM Dobonsolo: Armada kedua yang dijadwalkan berlayar pada Senin (31/8) dengan membawa muatan lebih besar, yakni 250 paket bantuan seberat 125 ton ditambah 5 unit kontainer setara 90 ton.
Langkah taktis Pelni ini menjadi bukti nyata hadirnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah-tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Distribusi bantuan yang terorganisasi dengan baik diharapkan dapat segera disalurkan ke posko-posko pengungsian di NTT tanpa hambatan logistik yang berarti.

