Pemulihan pascabencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tengah menjadi fokus utama. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis PT Pertamina (Persero) dalam mempercepat pemulihan layanan energi di wilayah terdampak. Menurut BPKN, ketersediaan energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG merupakan pilar krusial yang setara pentingnya dengan bantuan logistik makanan.
Ketua BPKN, Mufti Mubarok, menegaskan bahwa energi adalah kebutuhan dasar yang mutlak diperlukan untuk menggerakkan roda pemulihan. Tanpa pasokan BBM yang stabil, armada penyelamat, ambulans, kendaraan pengangkut bantuan kemanusiaan, hingga alat berat tidak akan bisa beroperasi secara optimal. Oleh karena itu, normalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi kunci agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat NTT dapat segera bangkit kembali.
Sementara itu, pihak Pertamina memastikan bahwa sebagian besar SPBU di wilayah Flores kini telah beroperasi normal kembali. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa proses pemulihan infrastruktur energi ini dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama.
Tidak hanya fokus pada pemulihan jalur distribusi energi, BUMN ini juga menunjukkan kepedulian sosialnya melalui aksi nyata di lapangan. Hingga akhir Agustus 2026, program Pertamina Peduli telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,717 miliar. Bantuan tersebut berupa ribuan paket sembako, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, serta kebutuhan darurat lainnya bagi para pengungsi.
Untuk memaksimalkan penanganan di lapangan, sebanyak 289 relawan diterjunkan langsung ke titik-titik krusial. Tim relawan ini terdiri dari petugas operasional distribusi dari Fuel Terminal (FT) Reo, FT Maumere, dan FT Ende, serta puluhan relawan medis dan logistik. Komitmen Pertamina juga terus berlanjut dengan mempersiapkan bantuan tahap berikutnya senilai Rp877,34 juta untuk pemulihan fasilitas kesehatan, penyediaan air bersih, dan dukungan gizi bagi masyarakat NTT.

