Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan rasa empati yang mendalam dengan melayat ke rumah duka Bambang Setiawan, salah satu warga yang meninggal dunia akibat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kehadiran orang nomor satu di Jakarta ini menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan di tengah duka yang mendalam.
Pramono tiba di rumah duka yang berlokasi di Jalan Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, setelah waktu Magrib dengan mengenakan kemeja hitam dan peci. Dalam takziah tersebut, ia didampingi oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin. Pramono langsung menemui istri mendiang Bambang untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang menimpa keluarganya.
Selama kurang lebih 30 menit, Pramono berbincang hangat dengan keluarga korban guna menguatkan mental mereka. Kehadiran jajaran pemerintah DKI Jakarta ini diharapkan mampu memberikan sedikit penghiburan bagi keluarga yang masih terpukul oleh kepergian almarhum secara mendadak akibat insiden tersebut.
Sebelumnya, pihak kepolisian mengonfirmasi adanya laporan mengenai seorang warga yang pingsan dan akhirnya meninggal dunia di tengah situasi ricuh pada Kamis, 27 Agustus. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa proses evakuasi korban harus dilakukan secara hati-hati mengingat situasi di lokasi yang sempat tidak kondusif.
Setelah memastikan area Pejompongan aman untuk petugas, tim Biddokes Polda Metro Jaya segera bergerak mengevakuasi Bambang Setiawan yang kala itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia saat dalam penanganan tim dokter.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kondusivitas kota dan menghindari aksi kekerasan yang dapat merugikan masyarakat sipil. Pihak berwenang pun terus mendalami penyebab pasti kerusuhan serta memastikan penegakan hukum berjalan dengan adil demi mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.

