Site icon Media KotaKita

Mabuk dan Bawa Senjata Tajam, Pengemudi Pikap Nekat Tabrak Gerbang DPR Saat Demo

Sebuah insiden menegangkan mewarnai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis lalu. Seorang pengemudi mobil pikap nekat menerobos barikade dan menabrakkan kendaraannya langsung ke Gerbang Pancasila, yang merupakan akses masuk bagian belakang kompleks parlemen. Aksi nekat ini terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial, memperlihatkan detik-detik mencekam saat sejumlah aparat keamanan hampir tergilas oleh laju kendaraan roda empat tersebut.

Pihak kepolisian yang bersiaga di lokasi langsung bergerak cepat untuk melumpuhkan dan mengamankan pengemudi tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pelaku yang diketahui berasal dari Jember, Jawa Timur, melakukan aksi berbahaya tersebut di bawah pengaruh minuman keras. “Pada saat ditemukan, yang bersangkutan masih dalam kondisi pengaruh alkohol,” ujar Budi dalam keterangannya kepada awak media.

Dampak dari aksi brutal ini tidak main-main. Beberapa petugas pengamanan dilaporkan mengalami luka-luka akibat mencoba mengadang mobil tersebut agar tidak menerobos lebih jauh ke dalam area objek vital negara. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah polisi melakukan penggeledahan di dalam kabin mobil pikap dan menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang disimpan oleh pelaku. Penemuan ini memicu dugaan adanya unsur kesengajaan untuk memicu kerusuhan di tengah jalannya aksi penyampaian pendapat.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman kasus secara intensif di markas Polda Metro Jaya. Penyidik fokus mencari tahu apakah motif pelaku murni karena tindakan individu yang kehilangan kesadaran akibat minuman keras, atau ada instruksi khusus dari pihak luar. Polisi juga tengah menyelidiki keterkaitan pelaku dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu guna memastikan tidak ada jaringan sistematis di balik aksi teror jalanan ini. Pelaku kini terancam dijerat pasal berlapis terkait penganiayaan, membahayakan keselamatan umum, serta kepemilikan senjata tajam ilegal.

Exit mobile version