Site icon Media KotaKita

Kasus Penggelapan Uang TikToker Vilmei Rp1,28 Miliar: Polisi Tangkap Mantan Karyawan dan Pacarnya

Kasus dugaan penggelapan uang fantastis senilai Rp1,28 miliar yang menimpa konten kreator TikTok ternama, Vilmei, kini memasuki babak baru yang krusial. Aparat Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota secara resmi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan terhadap mereka untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, mengonfirmasi bahwa penetapan status tersangka ini dilakukan setelah tim penyidik berhasil mengantongi minimal dua alat bukti yang sah dan kuat. Menurutnya, langkah penahanan diambil agar para pelaku tidak menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

Pihak kepolisian juga membeberkan peran masing-masing tersangka dalam sindikat internal ini. Tersangka utama berinisial Z, yang tidak lain adalah mantan karyawan kepercayaan Vilmei sendiri yang memiliki akses khusus. Z tidak bekerja sendirian; ia dibantu oleh kekasih prianya berinisial A, serta seorang wanita berinisial L yang bertugas menampung aliran dana hasil kejahatan tersebut ke rekening pribadinya.

Meskipun ketiga pelaku sudah mendekam di balik jeruji besi, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk menyusun berkas perkara yang lengkap. Kombes Putu menyatakan bahwa penyidik sedang merangkai konstruksi hukum secara komprehensif dengan mencocokkan keterangan para saksi, pengakuan para tersangka, serta bukti transaksi perbankan yang ada.

Kasus ini pertama kali mencuat ke publik setelah Vilmei membagikan curhatan emosional melalui akun Instagram pribadinya. Mantan kekasih Willy Salim ini mengaku sangat terpukul saat mendapati saldo tabungan hasil jerih payahnya selama tujuh tahun menjadi kreator konten tiba-tiba ludes. Saldo yang awalnya bernilai miliaran rupiah tersebut menyusut drastis hingga hanya menyisakan sekitar satu juta rupiah saat ia hendak membayar tagihan makanan.

Sebelum melaporkan kejadian ini ke polisi, Vilmei sempat mengumpulkan delapan karyawannya yang memiliki akses ke akun TikTok miliknya untuk meminta pertanggungjawaban secara kekeluargaan. Namun, karena tidak ada yang mengaku secara jujur, ia akhirnya memilih membawa kasus ini ke ranah hukum demi mendapatkan keadilan atas kerugian besar yang dialaminya.

Exit mobile version