Site icon Media KotaKita

Gerak Cepat Ditjen Dukcapil Pulihkan Ratusan Dokumen Korban Gempa Manggarai NTT

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) bergerak cepat dalam memulihkan kehidupan sosial warga pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tanggap darurat Dukcapil secara khusus diterjunkan langsung ke Kabupaten Manggarai guna memulihkan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) yang rusak atau lenyap akibat guncangan gempa bumi beberapa waktu lalu.

Langkah taktis yang mengusung metode jemput bola ini dipimpin oleh Handayani Ningrum selaku Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Ditjen Dukcapil. Berpacu dengan waktu di tengah medan pascabencana yang menantang, tim pusat ini memboyong peralatan kerja mutakhir lengkap beserta personel pendukung untuk menyokong kinerja Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai.

Pada hari ketiga pelaksanaannya, pelayanan dipusatkan di Desa Longko, Kecamatan Waeri’i. Sejak pagi hingga sore hari, warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani tampak antusias mendatangi posko darurat guna mengurus dokumen mereka yang rusak. Hasilnya luar biasa, hanya dalam kurun waktu tujuh jam pelayanan pada hari tersebut, tim berhasil menerbitkan total 188 dokumen kependudukan baru.

Rincian dokumen yang berhasil diselesaikan di Desa Longko mencakup penerbitan 59 lembar Kartu Keluarga (KK), pencetakan 59 keping KTP elektronik (KTP-el), perekaman data untuk 23 KTP-el baru, 35 Kutipan Akta Kelahiran, 8 Akta Perkawinan, serta dokumen penting lainnya seperti Akta Kematian dan Surat Keterangan Pindah.

Dengan rampungnya pelayanan di Kecamatan Waeri’i, akumulasi dokumen adminduk yang sukses diterbitkan selama tiga hari beruntun di wilayah Manggarai menembus angka 758 layanan dokumen. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai, Yakobus Baggut, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat jajaran Kemendagri ini. Ia mengakui dukungan fasilitas dan personel dari pusat memberikan energi baru bagi jajarannya untuk terus menyisir warga yang membutuhkan bantuan hingga ke pelosok pedalaman NTT.

Exit mobile version