Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sukses menggelar ajang bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam memotivasi pemerintah daerah (Pemda) untuk terus melahirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni belaka. Ini merupakan instrumen penting untuk memicu persaingan positif antarwilayah serta menyebarluaskan praktik-praktik tata kelola pemerintahan yang baik (best practices) di seluruh Indonesia. Pada Batch II kali ini, fokus penilaian mencakup empat sektor krusial: implementasi program 3 juta rumah, kualitas layanan kesehatan, akses pendidikan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.
Salah satu sorotan utama dalam penghargaan kali ini adalah sektor perumahan rakyat. Mengingat besarnya angka kesenjangan kepemilikan rumah (backlog) di Indonesia, Kemendagri menggandeng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Tito Karnavian mengingatkan bahwa APBN dan APBD tidak akan pernah cukup untuk menyelesaikan masalah hunian layak bagi puluhan juta warga tanpa peran aktif sektor swasta.
“Pemerintah hanya berfungsi sebagai stimulator. Dorongan terbesar untuk menyelesaikan masalah backlog ini ada di tangan para pengusaha dan pengembang, yang tentunya sangat membutuhkan kemudahan regulasi dan perizinan dari Pemda setempat,” ujar Tito.
Berikut adalah daftar lengkap wilayah di Jawa-Bali yang berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi dalam berbagai kategori:
- Implementasi Program 3 Juta Rumah: Provinsi Jawa Barat dan Banten; Kabupaten Banyuwangi, Kuningan, dan Madiun; serta Kota Bogor, Surabaya, dan Cilegon.
- Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan: Provinsi Bali dan DKI Jakarta; Kabupaten Rembang, Bantul, dan Klungkung; serta Kota Mojokerto, Tegal, dan Surabaya.
- Akses Layanan Pendidikan: Provinsi DI Yogyakarta dan Bali; Kabupaten Ponorogo, Kulon Progo, dan Magetan; serta Kota Salatiga, Blitar, dan Madiun.
- Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri: Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah; Kabupaten Wonosobo, Sidoarjo, dan Ciamis; serta Kota Malang, Blitar, dan Surabaya.
Dengan rampungnya Batch II, Kemendagri mendorong daerah-daerah yang belum berhasil untuk terus mengoptimalkan kinerjanya menjelang pelaksanaan Batch III mendatang.

