Site icon Media KotaKita

Pemprov DKI Sesalkan Perusakan CCTV Pejompongan Pasca-Demo DPR, Pelaku Terancam Pidana

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengecam keras tindakan anarkis berupa perusakan kamera pengawas atau CCTV di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Fasilitas keamanan publik tersebut dilaporkan rusak parah akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab setelah pecahnya konsentrasi massa unjuk rasa di depan Gedung DPR RI beberapa waktu lalu. Insiden ini memicu keprihatinan mendalam terkait kesadaran menjaga aset bersama di ruang publik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat menghargai kebebasan berekspresi warga di ruang publik. Kendati demikian, ia menyayangkan mengapa penyampaian aspirasi tersebut harus diwarnai dengan tindakan vandalisme yang merugikan kepentingan masyarakat luas.

“Kami sangat menyesalkan adanya aksi pengrusakan beberapa unit CCTV, termasuk yang berada di area Pejompongan. Ruang demokrasi selalu terbuka lebar di Jakarta, namun penyampaian aspirasi seharusnya berjalan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab tanpa harus merusak fasilitas umum,” ujar Marulina dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Marulina memaparkan bahwa keberadaan jaringan CCTV di Jakarta memegang peran yang sangat krusial bagi ekosistem perkotaan. Kamera-kamera pengawas ini berfungsi aktif untuk mencegah potensi kriminalitas jalanan, memantau kualitas pelayanan publik, hingga menjadi instrumen penting bagi petugas lalu lintas dalam mengurai kemacetan. Kerusakan pada satu titik kamera dapat mengganggu sistem pemantauan keamanan secara keseluruhan di wilayah tersebut.

Menyikapi kejadian ini, Pemprov DKI Jakarta tidak akan tinggal diam. Pihak pemerintah berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dengan melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Rekaman dari kamera lain di sekitar lokasi diharapkan dapat membantu polisi dalam mengidentifikasi para pelaku perusakan.

Marulina juga mengimbau warga agar meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas kota. “Jakarta adalah rumah kita bersama. Segala infrastruktur yang dibangun bertujuan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan warga sendiri. Mari kita jaga bersama dan saling mengingatkan agar tindakan merusak seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” tutupnya.

Exit mobile version