Aksi penyampaian pendapat di depan kompleks Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, yang semula berjalan tertib berakhir ricuh pada Kamis malam. Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa serangkaian aksi perusakan hingga pembakaran fasilitas umum di kawasan tersebut bukan dilakukan oleh peserta demonstrasi utama, melainkan oleh penyusup dari kelompok perusuh yang sengaja ingin mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa ketegangan mulai meningkat pesat setelah massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) selesai menyampaikan aspirasi dan membubarkan diri secara kondusif. Namun, suasana berubah keruh saat kelompok massa lain tiba-tiba mendatangi lokasi dan mulai memicu provokasi.
Eskalasi Kericuhan dan Pembakaran Gerbang Parlemen
Menurut keterangan pihak kepolisian, situasi di lapangan memanas ketika kelompok perusuh tersebut mulai secara brutal mendorong serta mencoba merobohkan pagar utama Gedung MPR/DPR. Aksi anarkis semakin meluas saat massa membakar gerbang dan merusak sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi demonstrasi.
Petugas keamanan sebenarnya telah mengambil langkah-langkah antisipasi dengan memberikan imbauan secara persuasif. Kepolisian mengingatkan massa untuk tetap menjaga ketertiban, terlebih jam operasional penyampaian pendapat di muka umum telah melewati batas ketentuan undang-undang, yaitu pukul 18.00 WIB.
Tindakan Terukur Menjaga Ketertiban Publik
Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa aksi vandalisme dan perusakan fasilitas umum sangat merugikan aktivitas masyarakat luas. Oleh karena itu, aparat kepolisian berkomitmen untuk terus mengambil tindakan tegas namun tetap terukur sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Polri berulang kali telah memberikan peringatan resmi agar massa menjaga ketertiban dan menghentikan perusakan. Kami mengedepankan pendekatan yang proporsional dan terukur demi mengutamakan perlindungan, keselamatan, serta kepentingan masyarakat yang lebih luas,” tegas Budi.
Saat ini, kepolisian terus mendalami kejadian tersebut dan mengumpulkan berbagai bukti guna mengidentifikasi oknum-oknum provokator yang bertanggung jawab atas kerusuhan di kawasan parlemen tersebut.

