Site icon Media KotaKita

Soroti Peran Perempuan, Pameran Roepa Merdeka Unjuk Seni Instalasi dan Dorong Ekonomi Kreatif

JAKARTA – Sektor ekonomi kreatif di Indonesia kembali mendapat angin segar melalui gelaran karya seni bertajuk Pameran Instalasi Roepa Merdeka. Acara yang diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Intelijen Negara (BIN) ini secara resmi dibuka oleh Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, berlokasi di Balai Sudirman, Jakarta.

Mengusung eksplorasi bahan dasar serat dan benang, pameran unik ini menjadi momentum penting dalam merayakan Bulan Kemerdekaan sekaligus memperkuat fondasi industri kreatif lokal. Dalam sambutannya, Tri Tito Karnavian mengapresiasi tinggi dedikasi para kreator yang mampu mengubah material sederhana menjadi karya estetis bernilai ekonomi tinggi.

Menurut Tri, karya seni instalasi memiliki keunikan tersendiri karena lahir dari imajinasi bebas yang memadukan kejelian teknis dengan keindahan visual. Selain berfungsi sebagai wujud ekspresi estetika, aktivitas mengolah seni serat ini terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental, seperti menjadi media terapi, penyembuhan diri, serta sarana pengolahan emosi yang efektif.

Lebih jauh, ia menyoroti besarnya potensi tenaga kerja yang terserap dalam industri seni nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikelola Kementerian Ekonomi Kreatif, jumlah pekerja di bidang seni di Indonesia telah mencapai sekitar 25 juta orang. Tingginya angka ini menandakan bahwa wadah ekspresi berkarya perlu terus disediakan secara berkelanjutan.

Pameran yang mengusung tema Merayakan Perempuan, Merawat Warisan, Merajut Masa Depan ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi peran vital perempuan dalam menjaga identitas kebudayaan. Tri menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga melalui seni kriya, tetapi juga menjadi tiang negara dalam melestarikan warisan tradisi bangsa.

Ia pun berharap pameran Roepa Merdeka dapat diselenggarakan secara rutin setiap bulan Agustus untuk terus merangkul seniman lokal, baik praktisi seni murni maupun pengrajin kriya berbasis usaha keluarga. Menariknya, seluruh hasil penjualan karya DWP BIN dalam pameran tersebut akan dialokasikan penuh guna mendukung berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.

Exit mobile version