Sengketa pengelolaan aset antara Yayasan TK-SD Islam Pembangunan Pamulang dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kini memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan sikap tegas untuk mengawal kasus ini, terutama demi melindungi hak belajar para siswa yang sempat terganggu akibat konflik tersebut.
Perseteruan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan ini mencakup perebutan kepemilikan aset, kejelasan status sewa lahan, hingga adanya dualisme kepengurusan yayasan. Imbas dari ketegangan ini pun mulai merembet ke ranah akademis. Sejumlah fasilitas vital sekolah seperti server, perangkat komputer, serta dokumen penting dilaporkan sempat dipindahkan, yang memaksa kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan secara daring (online) demi keselamatan siswa.
Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda Bastian, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mencari jalan keluar. Dari hasil laporan yang diterima, terdapat perbedaan dokumen, logo, hingga nama ketua dari dua kubu yayasan yang saling mengeklaim kepengurusan sah. Meski demikian, DPRD Tangsel menegaskan tidak akan mencampuri sengketa hukum pidana maupun perdata terkait kepemilikan aset tersebut.
“Sikap kami di DPRD tentu sangat jelas. Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan saat ini hingga ada putusan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah,” ujar Ricky kepada media.
Kendati menghormati jalur hukum, Ricky menekankan bahwa fokus utama legislatif bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Tangsel adalah menyelamatkan kelangsungan pendidikan para siswa. Pihaknya tidak ingin konflik perebutan aset ini mengorbankan kenyamanan fisik dan mental anak-anak di sekolah.
Menindaklanjuti keluhan para orang tua murid yang khawatir atas aksi pembongkaran kamera pengawas (CCTV) dan pergantian kunci ruang tata usaha, Komisi II DPRD Tangsel menjadwalkan pemanggilan sejumlah pihak terkait dalam waktu dekat. Jika intimidasi atau gangguan terhadap proses belajar mengajar terus berlanjut, para anggota dewan berkomitmen melakukan inspeksi mendadak langsung ke lokasi sekolah di Pamulang guna memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan kondusif.

