Site icon Media KotaKita

Update Gempa NTT: Korban Jiwa Capai 105 Orang, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Penanganan pascabencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diintensifkan. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia kini telah mencapai 105 orang. Data pemutakhiran ini disampaikan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat koordinasi darurat bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Posko Penanganan Bencana, Kabupaten Nagekeo.

Hingga Rabu (26/8), selain korban jiwa yang bertambah, tercatat sebanyak 1.678 warga mengalami luka-luka. Situasi kemanusiaan di lokasi bencana juga kian mendesak dengan jumlah pengungsi yang menembus angka 179.037 jiwa. Berdasarkan rincian BNPB, dari total korban tewas, sebanyak 48 orang merupakan korban langsung saat gempa terjadi, sedangkan 57 korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan medis akibat trauma, usia lanjut, serta kondisi rentan pada anak-anak yang dievakuasi oleh tim Basarnas.

Kerusakan infrastruktur akibat gempa tektonik ini juga sangat masif. Sedikitnya 81.436 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. BNPB memetakan tiga wilayah yang mengalami dampak paling parah, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Jumlah korban jiwa ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan data dua hari sebelumnya yang mencatat 100 korban jiwa.

Merespons skala bencana yang besar ini, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja langsung ke wilayah terdampak menggunakan helikopter kepresidenan. Setibanya di Nagekeo, Presiden langsung memimpin rapat strategis guna memastikan percepatan penyaluran bantuan dan proses rehabilitasi berjalan lancar.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri PU Dody Hanggodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat NTT pascabencana.

Exit mobile version