Pemerintah Kota Jakarta Timur bergerak cepat dalam menangani dampak musibah kebakaran yang melanda kawasan Duren Sawit dan Cipinang Muara. Melalui Suku Dinas Sosial (Sudinsos) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur, beragam bantuan logistik, bahan pangan, hingga fasilitas pendukung pengungsian telah didistribusikan secara masif untuk memenuhi kebutuhan para korban terdampak.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Agata Bayu Putra, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak para penyintas di lokasi pengungsian. Di wilayah Duren Sawit, petugas menyerahkan belasan kasur dan bantal, serta puluhan paket bahan pokok seperti beras kemasan, mi instan, minyak goreng, kecap manis, biskuit, hingga makanan kaleng.
Musibah kebakaran yang melanda Jalan Pendidikan VII, Kelurahan Duren Sawit tersebut berdampak signifikan terhadap pemukiman warga. Data mencatat sedikitnya 35 rumah kontrakan, satu rumah tinggal, gudang suku cadang, pabrik, serta area penampungan barang bekas hangus dilalap si jago merah. Akibat insiden ini, sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 117 jiwa terpaksa mengungsi ke area Masjid Raya Al-Kusuf.
Untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan para pengungsi, penanganan dilakukan secara lintas instansi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendirikan tenda darurat, sementara Sudin Lingkungan Hidup menyiagakan fasilitas mobil toilet. Tak hanya itu, Sudin Bina Marga turut memasang lampu penerangan sorot, dan PAM Jaya menjamin ketersediaan air bersih di area pengungsian. PMI Jakarta Timur di bawah pimpinan Bambang Pangestu Aldriyan juga menyuplai ratusan porsi roti dan air mineral kemasan.
Sementara itu, untuk penanganan musibah di Jalan Kesadaran 4, Kelurahan Cipinang Muara—yang menghanguskan bangunan mess katering dan rumah tinggal—fokus bantuan diarahkan pada pemenuhan konsumsi harian. Sudinsos Jakarta Timur menyalurkan 50 boks makanan siap santap sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut yang terpusat di lokasi pengungsian halaman Catering Ivone.
Langkah sigap kolaboratif ini diharapkan dapat meredam dampak sosial psikologis warga pascabencana. Pemkot Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengawal masa tanggap darurat hingga kondisi warga terdampak kembali pulih dan stabil.

