Site icon Media KotaKita

Presiden Prabowo Tinjau Langsung Korban Gempa NTT, Pastikan Bantuan dan Rekonstruksi Berjalan Cepat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi para pengungsi serta memastikan penanganan pascabencana gempa bumi berjalan dengan cepat dan tepat sasaran.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kehadiran Presiden di lokasi bencana merupakan komitmen nyata pemerintah pusat. Presiden ingin memastikan seluruh bantuan logistik terdistribusi dengan baik dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait berjalan tanpa hambatan.

Sejak awal terjadinya gempa, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat. Berdasarkan data terkini, bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar telah disalurkan ke Pulau Flores. Total bantuan yang dikirimkan mencapai 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, serta lebih dari 10 ton air mineral. Selain itu, kebutuhan darurat seperti obat-obatan, tenda pengungsian, selimut, matras, hingga alat komunikasi juga telah tiba di lokasi terdampak.

Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam tanggap darurat ini. Pemerintah telah mengerahkan fasilitas kesehatan terapung guna menjangkau korban gempa di wilayah pesisir. KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut kini telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, berfungsi sebagai rumah sakit lapangan. Dukungan serupa juga datang dari RS Kapal Ksatria Airlangga yang beroperasi di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur.

Di darat, pelayanan medis darurat dioptimalkan melalui rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo. RSUD Ruteng bahkan dilaporkan telah sukses melaksanakan puluhan tindakan operasi bagi korban yang membutuhkan penanganan bedah segera.

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat saja. Prasetyo Hadi menekankan bahwa fase rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur akan segera menyusul guna membangun kembali kehidupan masyarakat NTT yang lebih aman, kokoh, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan roda perekonomian dan sosial warga setempat secepat mungkin.

Exit mobile version