Pemerintah Indonesia secara resmi memulai langkah besar menuju kemandirian energi nasional yang berkelanjutan. Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan mega proyek Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala masif dengan target kapasitas mencapai 100 Gigawatt peak (GWp). Peresmian bersejarah ini dilangsungkan di kawasan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, yang menandai era baru transisi energi bersih di tanah air.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak dari luar negeri. “Kita tidak boleh lagi mengimpor minyak,” tegas Presiden, merujuk pada pentingnya kedaulatan energi bagi ketahanan nasional. Ketergantungan pada bahan bakar fosil impor selama ini dinilai sangat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta membuat perekonomian domestik rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Sebagai langkah konkret di tahap awal, pemerintah langsung menginisiasi pembangunan 14 PLTS yang memiliki kapasitas total 5,3 GWp. Proyek pionir ini akan tersebar secara merata di enam provinsi di Indonesia. Langkah taktis ini diambil guna memastikan bahwa distribusi energi bersih tidak hanya terpusat di satu wilayah saja, melainkan dapat dinikmati oleh masyarakat luas sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di daerah.
Pemilihan Melaya di Jembrana, Bali, sebagai lokasi peluncuran juga membawa pesan simbolis yang kuat. Bali sebagai destinasi wisata dunia diharapkan dapat memimpin kampanye penggunaan energi ramah lingkungan (green energy). Selain mengurangi emisi karbon secara signifikan, proyek PLTS skala besar ini diproyeksikan mampu menarik investasi hijau global masuk ke Indonesia.
Di sisi lain, proyek ini juga diharapkan mampu membuka ribuan lapangan kerja baru di sektor teknologi ramah lingkungan, mulai dari proses konstruksi hingga pemeliharaan infrastruktur energi. Dengan potensi sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun sebagai negara tropis, Indonesia memiliki modal alam yang luar biasa untuk menjadi pemimpin pasar energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.

