Insiden menegangkan baru saja terjadi di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Sebuah pesawat udara milik TNI Angkatan Laut (AL) jenis NC 212-200 Aviocar dilaporkan tergelincir hingga keluar dari jalur runway pada Selasa kemarin. Beruntung, berkat kesigapan kru pesawat, kecelakaan fatal berhasil dihindari dan seluruh awak dinyatakan selamat tanpa cedera sedikit pun.
Menurut keterangan resmi dari Dinas Penerangan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), pesawat dengan nomor ekor U-6215 tersebut mengalami kendala teknis saat melakukan pendaratan. Kepala Dinas Penerangan Puspenerbal, Letkol Eko Hadi Setyawan, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula ketika roda pesawat menyentuh landasan pacu 03 sekitar pukul 11.21 WITA.
Saat melakukan landing roll atau proses pengereman pasca-mendarat, ban utama bagian kanan pesawat mendadak kempis dan pecah. Kehilangan tekanan udara yang drastis pada sisi kanan menyebabkan pesawat kehilangan keseimbangan. Akibatnya, laju pesawat menyimpang ke arah kanan hingga tergelincir keluar dari tepi landasan sejauh kurang lebih 26,2 meter.
Di dalam kokpit, terdapat tiga perwira penerbang yang menunjukkan profesionalisme luar biasa dalam situasi darurat tersebut. Mereka adalah Kapten Laut (P) Galih, Kapten Laut (P) Nova, dan Letda Laut (P) Rendy. Begitu menyadari adanya kegagalan fungsi ban, kru langsung mengambil tindakan preventif dengan melakukan prosedur emergency cut engine (mematikan mesin darurat) sesuai standar operasional baku (SOP).
Langkah cepat ini terbukti krusial untuk mencegah timbulnya percikan api atau potensi bahaya yang lebih besar akibat gesekan badan pesawat dengan area luar landasan. Pihak TNI AL mengonfirmasi bahwa seluruh kru berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat walafiat.
Pasca-kejadian, tim teknis segera bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Lanud Sultan Hasanuddin serta otoritas pengelola bandara setempat. Evakuasi dilakukan secara presisi dengan terlebih dahulu mengganti ban yang rusak di lokasi, sebelum akhirnya pesawat ditarik menuju Apron Lanud Hasanuddin. Upaya penanganan ini dipastikan tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan sipil komersial di bandara tersebut.
Sebagai informasi, pesawat Cassa dari Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal ini sebenarnya tengah mengemban misi penting. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan mendukung latihan operasi militer MGSB di Sorong, Papua Barat, dengan rute penerbangan jarak jauh mulai dari Malang, singgah di Hasanuddin, sebelum melanjutkan ke Pattimura.

