Kementerian Haji dan Umrah kembali membuka lowongan bagi masyarakat yang ingin mendedikasikan diri sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi untuk musim haji 1448 H/2027 M. Kesempatan emas ini tidak hanya menawarkan pengalaman spiritual yang luar biasa, tetapi juga kompensasi finansial yang sangat menjanjikan dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa proses seleksi ini akan berjalan secara transparan dan akuntabel. Tujuan utamanya adalah menyaring aparatur pelayanan yang profesional, berintegritas tinggi, dan benar-benar fokus dalam melayani jemaah Indonesia secara prima di Tanah Suci.
Bagi Anda yang berminat, masa pendaftaran dibuka mulai 25 Agustus hingga 31 Agustus 2026. Persyaratan utama yang harus dipenuhi antara lain berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, memiliki rekam jejak yang bersih dari kasus hukum, serta terdaftar aktif dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Selain itu, kemampuan dalam mengoperasikan gawai atau komputer menjadi kualifikasi wajib di era digital ini.
Besaran Gaji dan Fasilitas Melimpah
Salah satu daya tarik terbesar dari posisi PPIH ini adalah apresiasi finansial yang diberikan negara. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa petugas haji akan menerima honorarium berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1 juta per hari. Mengingat masa penugasan berlangsung selama kurang lebih 70 hari, total akumulasi pendapatan yang bisa dibawa pulang mencapai kisaran Rp70 juta.
Namun, Dahnil mengingatkan bahwa pendapatan yang menggiurkan ini sebanding dengan beban kerja yang sangat berat di lapangan. Petugas dituntut memberikan dedikasi penuh hampir tanpa jeda demi kenyamanan para jemaah. Berdasarkan regulasi terbaru dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, seluruh pembiayaan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan bukan dari biaya jemaah.
Selain mengantongi gaji pokok, para petugas terpilih juga akan difasilitasi dengan berbagai tunjangan operasional, akomodasi gratis, konsumsi harian, hingga transportasi penuh selama bertugas di Arab Saudi. Melalui seleksi ketat seperti Computer Assisted Test (CAT) pada 5 September 2026 dan pemeriksaan kesehatan, pemerintah berharap dapat melahirkan tim pelayan haji yang tangguh dan andal.

