Site icon Media KotaKita

Antisipasi Dampak Gempa Flores, Menteri PU Tinjau Potensi Kerusakan Danau Kelimutu

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, bergerak cepat merespons potensi kerusakan di destinasi wisata dunia, Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peninjauan langsung ini dilakukan menyusul laporan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengenai adanya indikasi retakan di kawasan danau tiga warna tersebut akibat rentetan gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores beberapa waktu lalu.

Langkah taktis segera diambil oleh jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT. Pemeriksaan awal bahkan memanfaatkan teknologi drone untuk memetakan titik-titik keretakan dari udara secara presisi. Berdasarkan hasil pantauan, retakan yang teridentifikasi saat ini memang masih tergolong tipis. Kendati demikian, pemerintah tetap waspada mengingat aktivitas seismik yang masih fluktuatif berpotensi memperlebar celah tersebut.

Menteri Dody mengungkapkan bahwa meski retakan belum terlihat membesar secara kasat mata, terdapat longsoran baru di beberapa tebing dalam beberapa hari terakhir yang mengubah struktur tepian danau. Selain itu, ditemukan pula fenomena aliran air yang cukup deras yang merembes keluar dari tebing sepanjang jalur Ende menuju Kelimutu. Fenomena ini memicu kekhawatiran adanya kebocoran bawah tanah yang secara perlahan dapat menyusutkan volume air danau vulkanik ikonik tersebut.

“Sepanjang jalan dari Kota Ende ke Kelimutu, terlihat banyak rembesan air yang keluar dari tebing dengan debit cukup deras. Ini mengindikasikan kemungkinan adanya retakan atau jalur patahan baru di dalam struktur danau yang memicu penyusutan volume air secara perlahan,” jelas Menteri Dody.

Di sisi lain, infrastruktur aksesibilitas menuju kawasan wisata andalan NTT ini dipastikan dalam kondisi aman. Jalur transportasi darat menuju Danau Kelimutu dilaporkan mantap tanpa adanya kerusakan struktural yang berarti akibat gempa. Mengingat Danau Kelimutu berada di bawah otoritas Taman Nasional, Kementerian PU berkomitmen penuh untuk bersinergi lintas sektoral.

Kementerian PU segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Menteri Raja Juli Antoni. Kolaborasi ini bertujuan untuk merumuskan langkah mitigasi terbaik guna memperlambat dampak kerusakan alamiah akibat bencana geologi ini. Upaya pemantauan berkala akan terus diintensifkan demi menjaga kelestarian ekologis dan pariwisata Danau Kelimutu.

Exit mobile version