Site icon Media KotaKita

Semarak Tradisi Nganggung 1.000 Dulang di Pangkalpinang Warnai Peringatan Maulid Nabi

Suasana kehangatan, kebersamaan, dan religiusitas mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah berbondong-bondong memadati Masjid Raya Tua Tunu untuk menyukseskan gelaran kebudayaan tahunan bertajuk Festival Nganggung 1.000 Dulang.

Tradisi Nganggung merupakan salah satu warisan budaya takbenda khas masyarakat Melayu di Pulau Bangka yang terus dijaga kelestariannya. Dalam perayaan kali ini, agenda mengusung tema besar “Nganggung Seribu Pintu dan Seribu Dulang” sebagai wujud rasa syukur yang mendalam atas limpahan rezeki, rahmat, serta kedamaian yang dirasakan oleh warga Pangkalpinang.

Secara teknis, masyarakat membawa dulang, yaitu nampan kuningan atau seng berukuran besar yang diisi dengan beragam hidangan kuliner lokal, nasi, hingga buah-buahan segar. Seluruh sajian tersebut kemudian ditutupi dengan tudung saji khas bermotif warna-warni sebelum diarak menuju masjid untuk dinikmati bersama-sama.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan warga Kelurahan Tua Tunu yang konsisten merawat tradisi leluhur ini. Ia menegaskan bahwa esensi dari tradisi Nganggung terletak pada nilai kesetaraan dan kebersamaan antar sesama warga.

“Tradisi Nganggung ini wajib kita jaga dan lestarikan secara berkelanjutan karena terbukti mampu memperkuat semangat gotong royong serta persatuan masyarakat dalam membangun daerah. Apapun latar belakang profesinya—baik pejabat, petani, nelayan, maupun pegawai negeri—semua melebur jadi satu,” ungkap Saparudin dalam sambutannya.

Ia menambahkan, momen duduk bersimpuh bersama sembari menyantap hidangan dalam dulang menjadi simbol nyata kerukunan masyarakat yang harmonis tanpa memandang perbedaan strata sosial.

Kemeriahan festival ini terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat Kota Pangkalpinang dan sekitarnya yang memadati sepanjang jalan menuju Masjid Raya Tua Tunu. Arus kendaraan sempat mengalami padat merayap, namun hal tersebut tidak mengurangi kekhusyukan dan kegembiraan warga dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Melalui momentum silaturahmi berskala besar ini, pemerintah daerah berharap ikatan persaudaraan warga semakin solid, sehingga mampu menciptakan iklim sosial yang kondusif demi kemajuan daerah yang lebih berkelanjutan.

Exit mobile version