Site icon Media KotaKita

Pengakuan Ibu Rumah Tangga Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Mabuk Berat Usai Tenggak 7 Gelas Miras

Kasus tabrak lari maut yang terjadi di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, akhirnya memasuki babak baru setelah sang pengemudi, seorang ibu rumah tangga berinisial ENR (32), angkat bicara. Di hadapan penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya, ENR mengakui kecerobohannya mengemudi dalam kondisi mabuk berat setelah menenggak minuman keras sebanyak tujuh gelas di sebuah tempat hiburan malam.

Insiden tragis yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut bermula saat mobil putih dengan nomor polisi L 1049 OO yang dikendarai ENR menabrak sebuah taksi listrik yang sedang terparkir di Jalan Taman Apsari. Alih-alih berhenti untuk bertanggung jawab, rasa panik dan takut diamuk massa justru membuat tersangka tancap gas melarikan diri ke arah Jalan Gubernur Suryo. Keputusan fatal ini berujung pada kecelakaan kedua yang merenggut nyawa seorang warga yang berada di belakang mobil pikap.

Pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan cepat mengonfirmasi bahwa kadar alkohol dalam tubuh tersangka jauh melampaui batas normal, yakni mencapai 1,06 persen berdasarkan uji tiup (breathalyzer). Beruntung, hasil tes urine menunjukkan hasil negatif untuk penggunaan narkotika. Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Sulthon NA, menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap tersangka.

ENR kini dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 310 ayat 4 juncto Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, serta Pasal 312 karena melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Jeratan hukum ini membawa ancaman hukuman penjara maksimal hingga enam tahun.

Sambil menangis dan menyesali perbuatannya, ENR menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga korban. Ia mengaku kehilangan kesadaran penuh saat insiden terjadi, termasuk saat dirinya terekam kamera warga bertindak emosional ketika hendak diamankan. Tragedi ini menjadi pengingat keras akan bahaya fatal mengemudi di bawah pengaruh alkohol bagi keselamatan jalan raya.

Exit mobile version