Site icon Media KotaKita

Peluang Emas Ekspor Produk Halal Indonesia di Pasar Global: Strategi Memperkuat Industri Dalam Negeri

JAKARTA — Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk bertransformasi dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen utama dalam rantai pasok halal dunia. Peneliti Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef, Abdul Hakam Naja, menegaskan bahwa berbagai kesepakatan perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal untuk memacu ekspor produk halal Indonesia sekaligus menguatkan kapasitas industri nasional.

Dalam forum diskusi publik bertajuk “Industri Halal: Masa Depan Industri dan Ekonomi Indonesia”, Hakam menyoroti bahwa setiap tantangan perdagangan harus dipandang sebagai celah pertumbuhan. Menurutnya, pembenahan industri dalam negeri sangat mendesak dilakukan agar produk lokal tidak hanya bertengger di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

Memanfaatkan Pergeseran Demografi Muslim Dunia

Peluang pasar bagi industri halal semakin menganga lebar seiring melonjaknya populasi muslim global yang diperkirakan telah mencapai lebih dari 2,1 miliar jiwa. Ledakan demografi ini memicu peningkatan permintaan yang sangat masif terhadap produk-produk berstandar halal, mulai dari sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga alat kesehatan dan produk manufaktur.

Kerja sama perdagangan strategis, seperti kemitraan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat yang terus dimatangkan, dipandang sebagai momentum emas untuk membuka jalur ekspor bagi komoditas halal unggulan tanah air.

Belajar dari Strategi Malaysia dan Akselerasi Sertifikasi

Guna merealisasikan potensi tersebut, Indonesia disarankan mengambil pelajaran dari langkah strategis Malaysia. Negara tetangga tersebut berhasil memanfaatkan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) serta diplomasi perdagangan aktif untuk mengukuhkan posisinya sebagai salah satu basis manufaktur halal terdepan di dunia.

Di sisi lain, percepatan dan perluasan sertifikasi halal menjadi kunci mutlak yang tidak boleh diabaikan. Hakam menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem ini. Perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran vital melalui riset mendalam, peningkatan literasi masyarakat, serta pendampingan teknis bagi pelaku UMKM agar produk mereka memenuhi standar kualitas ekspor global.

Exit mobile version