Site icon Media KotaKita

Menyeruput Eksotisme Kopi Arabika Sembalun, Warisan Rasa dari Lereng Gunung Rinjani

Di bawah bayang-bayang Gunung Rinjani yang megah, tersimpan sebuah warisan rasa yang kini kembali berdenyut hangat. Desa Sajang, yang terletak di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi saksi bisu bagaimana tradisi kopi lokal kembali dihidupkan dengan penuh dedikasi. Di tengah dinginnya udara pegunungan saat musim kemarau, aroma magis dari seduhan Kopi Arabika Sembalun mulai menyeruak, membawa kehangatan bagi siapa saja yang menikmatinya.

Adalah Hajrul Azmi, seorang penggiat kopi lokal yang mendedikasikan dirinya untuk merawat tradisi berharga ini. Di teras rumah sederhananya yang dikelilingi hamparan hijau lahan pertanian subur, Azmi meramu biji-biji kopi pilihan dengan penuh ketelitian. Proses penyajian kopi di sini bukanlah sekadar rutinitas biasa, melainkan sebuah ritual seni yang presisi.

Mulai dari deru mesin penggiling (grinder) yang memecah biji kopi sangrai, hingga tetesan air panas bersuhu tepat 93 derajat Celcius yang mengalir lambat dari teko leher angsa. Semuanya dilakukan dengan metode manual brew untuk mengekstrak kesempurnaan rasa yang tersimpan di dalam biji kopi tersebut. Saat air pertama menyentuh bubuk kopi, terjadi proses penyeduhan pertama (blooming) yang melepaskan aroma khas pegunungan yang sangat pekat.

Kopi Arabika Sembalun bukanlah kopi biasa. Ditanam langsung di atas tanah vulkanis Gunung Rinjani yang kaya akan nutrisi, kopi ini menghasilkan profil rasa yang sangat unik dan kompleks. Karakteristik utamanya menawarkan perpaduan rasa manis alami seperti gula aren, gurihnya karamel, serta sentuhan keasaman segar yang menyerupai asam jawa.

Upaya menghidupkan kembali kopi Sembalun ini bukan hanya sekadar memanjakan lidah para penikmat kopi, melainkan sebuah langkah nyata dalam menjaga identitas budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat di lereng Rinjani. Melalui setiap cangkir kopi yang disajikan, terselip kisah tentang kesuburan bumi Lombok dan warisan leluhur yang terus dijaga agar tidak punah digilas zaman.

Exit mobile version