Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengatasi bencana tahunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tanah air. Pada Sabtu (22/8) siang, Presiden Prabowo melakukan peninjauan langsung ke salah satu titik krusial karhutla yang berlokasi di Jalan A Yani III, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Langkah taktis ini diambil menyusul laporan intensif mengenai meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di wilayah tersebut. Sebelum turun langsung ke lapangan pada pukul 13.20 WIB, Presiden terlebih dahulu memimpin rapat koordinasi terbatas di Posko Satgas Udara yang berada di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio. Rapat ini dihadiri oleh jajaran menteri kabinet dan perwakilan instansi terkait guna menyinkronkan strategi pemadaman dan pencegahan agar dampak buruk kabut asap tidak meluas.
Kunjungan lapangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak ingin main-main dalam menangani isu lingkungan yang kerap berdampak pada kesehatan masyarakat serta sektor ekonomi dan transportasi udara ini. Dalam tinjauan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri untuk melihat langsung kondisi riil vegetasi yang terbakar serta proses pemadaman yang sedang diupayakan oleh tim satgas darat.
Berdasarkan laporan terbaru dari Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), situasi karhutla di Kalimantan Barat memang memerlukan penanganan ekstra cepat. Data satelit dalam kurun waktu 24 jam terakhir mendeteksi setidaknya ada 198 titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) yang tersebar di wilayah tersebut. Angka ini menegaskan urgensi perlunya sinergi kuat antara BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan dalam menjinakkan si jago merah.
Dengan peninjauan langsung dari orang nomor satu di Indonesia ini, diharapkan alokasi bantuan logistik, personil, serta teknologi modifikasi cuaca (TMC) dapat segera dimaksimalkan. Langkah preventif jangka panjang juga terus digodok agar penegakan hukum bagi pelaku pembakar hutan dapat berjalan secara konsisten demi menjaga ekosistem Kalimantan.

