Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda tanpa henti selama sepekan terakhir. Pemandangan jarak pandang yang sangat terbatas serta bau sangit yang menyengat kini menjadi makanan sehari-hari warga setempat, mengancam tidak hanya aktivitas ekonomi tetapi juga keselamatan jiwa.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdeteksi sedikitnya 298 titik api yang tersebar di wilayah Palangka Raya. Kebakaran hebat ini diperkirakan telah melahap lebih dari 261 hektare lahan, mayoritas merupakan kawasan gambut yang sangat rentan terbakar dan relatif sulit dipadamkan di tengah kondisi cuaca kering.
Aksi tanggap darurat terus digalakkan. Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, aparatur keamanan, serta relawan warga berjuang tanpa kenal lelah di lapangan. Menggunakan pasokan air seadanya dan pompa portabel, para petugas berusaha menembus asap pekat demi memadamkan titik-titik api utama agar tidak merembet ke kawasan pemukiman penduduk.
Dampak dari bencana ekologis ini kian mengkhawatirkan sektor kesehatan masyarakat. Indeks Kualitas Udara (IKU) di kawasan tersebut dilaporkan sempat melonjak hingga menyentuh kategori sangat berbahaya. Kondisi polusi ekstrem ini memicu lonjakan kasus gangguan saluran pernapasan, di mana warga dari berbagai kelompok usia mulai mengeluhkan batuk parah, tenggorokan kering, hingga iritasi mata.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru menjadi pihak yang paling terdampak oleh krisis udara bersih ini. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu menutup ventilasi rumah, serta wajib menggunakan masker dengan filtrasi tinggi jika terpaksa beraktivitas di area terbuka.
Upaya penanganan menyeluruh masih terus diupayakan lewat koordinasi darat dan udara. Warga Palangka Raya kini menaruh harapan besar pada efektivitas pemadaman serta datangnya hujan deras agar kabut asap beracun ini segera sirna dari langit Kalimantan Tengah.

