Site icon Media KotaKita

Dampak Karhutla Meluas, Kemenkes Sebut Kasus ISPA di Indonesia Melonjak 78 Persen

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini memicu krisis kesehatan yang serius. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan bahwa lebih dari tiga juta warga yang tersebar di 37 kabupaten dan kota terpapar langsung oleh kabut asap pekat akibat karhutla. Akibatnya, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak tajam hingga mencapai 78 persen secara nasional.

Paparan asap berbahaya ini menyelimuti tujuh provinsi utama, yaitu Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menjelaskan bahwa tren kenaikan penderita ISPA terus merangkak naik seiring meluasnya titik api. Di Kalimantan Tengah misalnya, kasus baru melonjak dari 402 menjadi 716 kasus hanya dalam kurun waktu satu minggu. Sementara di Kalimantan Barat, akumulasi penderita ISPA sejak awal tahun bahkan telah melampaui angka 151 ribu kasus.

Meskipun belum ada laporan mengenai korban jiwa, dampak polusi asap ini sangat menyiksa warga. Selain ISPA, keluhan penyakit asma dan iritasi mata juga dilaporkan meningkat drastis. Menanggapi situasi darurat ini, Kemenkes bergerak cepat dengan memobilisasi sebanyak 314 tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, hingga epidemiolog, dengan fokus utama penanganan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menyatakan bahwa pemerintah telah menginstruksikan puskesmas di wilayah terdampak untuk siaga 24 jam. Kemenkes juga mendirikan posko kesehatan khusus serta mendistribusikan bantuan logistik berupa masker medis, obat-obatan pernapasan, dan tetes mata. Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk, fasilitas “Rumah Oksigen” juga disiapkan guna memberikan pasokan oksigen gratis bagi warga yang mengalami sesak napas akut. Sistem rujukan ambulans terintegrasi juga disiagakan untuk mempercepat evakuasi pasien dari daerah terpencil ke rumah sakit rujukan terdekat.

Exit mobile version