Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait rekaman video viral yang memperlihatkan ketegangan antara Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, dengan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Insiden adu mulut saat penyaluran bantuan bencana tersebut dipastikan murni karena masalah komunikasi, bukan konflik antarlembaga.
Dalam rilis resminya, Pemkab Manggarai Timur menjelaskan bahwa situasi tanggap darurat di lokasi bencana memang sangat dinamis. Tekanan kerja yang tinggi, keterbatasan informasi di lapangan, serta tuntutan untuk mengambil keputusan dengan cepat sering kali menciptakan ruang bagi terjadinya kesalahpahaman sektoral.
Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur, Winsensius Tala, menyampaikan bahwa perbedaan pendapat dalam situasi darurat merupakan hal yang wajar terjadi. Ia memastikan bahwa koordinasi antar-instansi kini tengah diperkuat demi menyamakan visi dan langkah penanganan bencana di lapangan.
“Kita harus pahami, di masa darurat semua bergerak cepat, kadang belum sinkron itu hal yang manusiawi,” jelas Winsensius saat memberikan keterangan pers. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah dan BNPB tidak sedang bersaing, melainkan berdiri di sisi yang sama demi membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Untuk menyelesaikan ketegangan tersebut, Pemkab Manggarai Timur telah memfasilitasi komunikasi langsung antara Camat Lamba Leda Utara dan tim BNPB. Langkah persuasif ini diharapkan dapat meluruskan dinamika yang sempat memanas agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Winsensius mengimbau masyarakat agar bersikap bijak dan tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan video tersebut tanpa konteks yang jelas. Fokus utama saat ini, menurutnya, adalah memastikan seluruh bantuan kemanusiaan terdistribusi dengan merata dan cepat kepada warga yang membutuhkan.
“Pemerintah hadir bukan mencari siapa menang atau kalah. Yang harus kita menangkan adalah kepentingan masyarakat,” pungkas Winsensius. Dengan klarifikasi ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Manggarai Timur dapat kembali berjalan kondusif dan penuh gotong royong.

