Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini melanda wilayah Kalimantan Barat. Dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menetapkan lima langkah taktis dan krusial guna mempercepat pemadaman serta mencegah dampak kabut asap yang lebih luas.
Setibanya di Pangkalan TNI AU Supadio, Kubu Raya, Presiden langsung menggelar rapat konsolidasi darurat bersama jajaran terkait. Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya sinergi yang cepat dan terkoordinasi di lapangan. Beliau juga mendesak pemerintah daerah untuk menindak tegas pelanggar aturan serta memperkuat upaya mitigasi agar bencana tahunan ini tidak terus berulang.
Untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif, berikut adalah lima strategi utama yang diluncurkan pemerintah:
1. Penebalan Pasukan TNI di Lapangan
Pemerintah mengerahkan sekitar 1.500 personel tambahan TNI atau setara dengan tiga batalyon dari luar Pulau Kalimantan. Mobilisasi pasukan ini dipercepat guna menyokong tim pemadam yang sudah bersiaga di darat.
2. Optimalisasi Operasi Darat
Petugas gabungan dikerahkan secara intensif untuk melakukan penyekatan dan pemadaman manual secara langsung pada titik-titik api yang sulit dijangkau oleh kendaraan taktis.
3. Penambahan Armada Helikopter Water Bombing
Guna memperkuat sektor udara, pemerintah mendatangkan enam unit helikopter berkapasitas besar khusus untuk misi water bombing. Armada ini difokuskan menggempur titik api skala besar yang sulit ditembus jalur darat.
4. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Memanfaatkan potensi awan hujan di langit Kalimantan Barat, teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan dioptimalkan. Langkah ini diharapkan mampu meredam titik panas secara masif dan alami.
5. Pembasahan Lahan Gambut (Rewetting)
Karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah diantisipasi dengan memperbanyak sistem pompanisasi dan pembuatan sumur bor. Langkah ini krusial untuk memadamkan hotspot bawah tanah yang rentan memicu kebakaran baru.
Usai memimpin rapat, Presiden Prabowo langsung meninjau kondisi riil di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kehadiran langsung Kepala Negara di kawasan lahan gambut yang membara ini menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menyelesaikan krisis lingkungan ini secara tuntas.

