Pemerintah bergerak cepat dalam merespons dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, langsung turun ke wilayah terdampak guna mengawal percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan pascabencana.
Langkah taktis ini diambil segera setelah Safrizal menyelesaikan agenda koordinasi pascabencana di Aceh. Kehadirannya di Flores, NTT, selama lima hari berturut-turut menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Safrizal menekankan bahwa kehadiran negara secara langsung di lokasi bencana sangat krusial untuk memberikan dukungan moril sekaligus mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Salah satu fokus utama dalam kunjungan kerja ini adalah memastikan proses pendataan kerusakan rumah warga berjalan cepat dan transparan. Safrizal menjelaskan bahwa skema bantuan stimulan dari pemerintah pusat akan disalurkan berdasarkan tingkat kerusakan yang diverifikasi secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Adapun besaran bantuan yang disiapkan pemerintah disesuaikan dengan skala kerusakan fisik bangunan. Untuk kategori kerusakan ringan, warga akan menerima stimulus sebesar Rp15 juta, kategori sedang sebesar Rp30 juta, sedangkan untuk rumah dengan kerusakan berat dialokasikan bantuan senilai Rp70 juta.
Namun, Safrizal mengingatkan bahwa kecepatan pencairan anggaran stimulan tersebut sangat bergantung pada validitas data yang dihimpun oleh pemerintah daerah. Merujuk pada arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, data yang diajukan oleh Bupati harus diverifikasi secara ketat serta mendapatkan persetujuan dan tanda tangan dari Kapolres serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat guna menghindari potensi penyalahgunaan wewenang.
Dalam kunjungannya ke Pos Komando Tanggap Darurat di Kabupaten Sikka, Safrizal mengapresiasi koordinasi solid yang ditunjukkan oleh BPBD dan jajaran Forkopimda setempat. Integrasi data bencana yang komprehensif dinilai menjadi fondasi penting dalam merancang langkah taktis pemulihan infrastruktur wilayah secara cepat dan tepat sasaran.

