Site icon Media KotaKita

Geger di Bali, Tiga WNA Diduga Tentara IDF Israel Diusir dari Gym, Imigrasi Turun Tangan

Sebuah insiden ketegangan di salah satu pusat kebugaran (gym) di Sukawati, Gianyar, Bali, mendadak viral di media sosial. Tiga warga negara asing (WNA) yang diduga merupakan anggota tentara aktif Israel Defense Forces (IDF) diusir paksa oleh pemilik gym. Kasus ini kini tengah ditangani secara serius oleh pihak Imigrasi Denpasar dan kepolisian setempat.

Peristiwa ini bermula ketika ketiga WNA tersebut mengunjungi pusat kebugaran bernama A Fitness. Menurut penuturan pemilik gym, salah satu dari turis asing tersebut bersikap sangat kasar dan tidak sopan kepada stafnya. Tak terima dengan perlakuan tersebut, sang pemilik langsung mengonfrontasi ketiganya hingga berujung pada tindakan pengusiran.

Ketegangan semakin memuncak saat pemilik gym menduga kuat bahwa ketiga pria tersebut merupakan warga negara Israel yang memiliki latar belakang militer di IDF. Selain itu, ia menuding mereka masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal menggunakan paspor negara lain guna mengelabui pemeriksaan imigrasi resmi.

Penyelidikan Mendalam Imigrasi Denpasar

Merespons kegaduhan yang viral di jagat maya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar bergerak cepat memeriksa data keimigrasian. Dari hasil pelacakan awal, petugas berhasil mengidentifikasi dua dari tiga WNA yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka adalah IB (23) dan YBH (23), yang keduanya terkonfirmasi lahir di Israel.

Fakta mengejutkan terungkap bahwa IB memasuki wilayah Indonesia menggunakan paspor Bulgaria, sedangkan YBH menggunakan paspor Romania. Keduanya tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan Visa Kunjungan saat Kedatangan (VKSK). Saat ini, pihak imigrasi telah memasukkan nama kedua WNA ini ke dalam daftar pemantauan khusus atau SOI.

Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, R. Haryo Sakti, menegaskan bahwa proses pendalaman terus berjalan demi memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum keimigrasian yang dilakukan oleh para WNA tersebut. Pihaknya tidak hanya memeriksa dokumen perjalanan, melainkan juga akan memanggil pemilik gym guna mendapatkan kronologi lengkap dari kedua belah pihak secara berimbang.

Bantahan Isu Diskriminasi SARA

Pasca-kejadian pengusiran tersebut, pihak gym sempat dibombardir ulasan bintang satu di Google Review oleh akun-akun misterius yang menuding tempat usaha tersebut bersikap rasis dan diskriminatif terhadap agama tertentu. Namun, pemilik gym dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Ia menyatakan penolakannya murni didasari atas perilaku kasar terhadap staf lokal serta prinsip etika moral pribadinya terkait keterlibatan militer asing, bukan karena latar belakang agama atau ras tertentu. Kasus ini kini terus dikawal oleh kepolisian Ubud dan otoritas imigrasi setempat guna menjaga stabilitas pariwisata di Bali.

Exit mobile version