Site icon Media KotaKita

Strategi Jitu Pemerintah Atasi Karhutla Kalimantan Lewat Modifikasi Cuaca

Pemerintah terus memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Borneo. Salah satu langkah taktis yang terus dioptimalkan adalah program modifikasi cuaca karhutla kalimantan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah teknologi ini krusial untuk memicu hujan buatan guna membasahi lahan gambut serta area rawan terbakar sebelum titik api meluas.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menegaskan bahwa rekayasa cuaca ini tidak berdiri sendiri. Upaya modern ini dikombinasikan secara intensif dengan aksi nyata di lapangan, seperti patroli darat, deteksi dini titik panas (hotspot), serta sinergi lintas sektoral antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah setempat.

Di Kalimantan Barat, intervensi cuaca yang berlangsung pada pertengahan Agustus berhasil menumpahkan sekitar 10,92 juta meter kubik curah hujan melalui sembilan sorti penerbangan penyemaian awan. BMKG pun terus bersiaga memantau setiap peluang pertumbuhan awan potensial untuk melanjutkan operasi serupa demi menjaga kelembapan wilayah rawan.

Tantangan lebih berat dihadapi di Kalimantan Tengah. Meski puluhan sorti penerbangan OMC telah dilakukan, wilayah ini diprediksi masih akan menghadapi fase kering yang cukup panjang hingga akhir bulan. Menghadapi situasi ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bergerak cepat berkoordinasi dengan BNPB untuk menambah dukungan armada udara, termasuk helikopter water bombing dan pesawat patroli.

Namun, kendala teknis di lapangan sering kali tidak bisa dihindari. Kabut asap pekat yang menyelimuti kawasan rawan seperti Jabiren dan Taman Nasional Sebangau kerap membatasi jarak pandang pilot secara ekstrem. Atas dasar keselamatan penerbangan, armada udara tidak dapat dipaksakan beroperasi jika visibilitas berada di bawah ambang batas aman.

Ketika jalur udara terhambat oleh asap, garda terdepan penanganan karhutla bertumpu sepenuhnya pada satuan tugas darat. Satgas darat tetap bersiaga melakukan penyekatan, pembasahan mandiri, dan pembuatan sekat bakar guna melokalisasi titik api. Sinergi dinamis antara teknologi langit dan ketangguhan tim darat inilah yang menjadi kunci utama penyelamatan ekosistem Kalimantan saat ini.

Exit mobile version