Peristiwa memilukan melanda kawasan komersial di Kalimantan Barat. Kebakaran hebat dilaporkan menghanguskan puluhan rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, pada Kamis (20/8) malam. Kobaran api yang cepat membesar melahap bangunan-bangunan di pusat ekonomi masyarakat setempat tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, petaka ini mulai terdeteksi sekitar pukul 18.15 WIB. Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa api pertama kali muncul dari salah satu ruko yang terletak di bagian tengah deretan bangunan. Karena material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar serta tiupan angin yang cukup kencang, api dengan cepat menjalar dan melahap bangunan di sekitarnya hingga total mencapai 48 unit ruko yang terdampak parah.
Upaya pemadaman berlangsung dramatis. Puluhan petugas pemadam kebakaran (damkar) gabungan dari berbagai wilayah terdekat langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Petugas harus berjuang ekstra keras karena api terus berkobar hebat di tengah kepanikan warga. Proses pemadaman dan pendinginan area terus berlanjut hingga sekitar pukul 22.00 WIB guna memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran dahsyat ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian setempat. Kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah mengingat ruko-ruko tersebut menyimpan berbagai barang dagangan berharga. Beruntung, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini, namun kepanikan sempat melanda warga sekitar yang berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.
Kebakaran di fasilitas publik seperti pasar tradisional dan area ruko padat penduduk kembali menjadi alarm keras akan pentingnya sistem mitigasi bencana dan ketersediaan instalasi pemadam kebakaran yang memadai di setiap sudut wilayah. Kejadian di Pasar Sungai Duri ini diharapkan memicu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperketat standar keamanan bangunan guna mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.

