Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejutkan publik dengan melakukan pemeriksaan intensif di Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis (20/8). Pemeriksaan yang berlangsung tertutup sejak siang hingga malam hari ini diduga menyeret sejumlah nama penting, termasuk pejabat teras dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto serta beberapa perwakilan dari pihak swasta.
Keberadaan tim penyidik KPK di Purwokerto ini dibenarkan langsung oleh Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya hanya memberikan dukungan fasilitas berupa ruang pemeriksaan. Petrus menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk membeberkan substansi perkara yang tengah ditangani oleh lembaga antirasuah tersebut.
“Memang KPK meminjam ruang periksa di tempat kami. Tentu kami berikan fasilitas tersebut karena ini merupakan bagian dari koordinasi antar-lembaga hukum,” jelas Petrus kepada awak media. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui jumlah pasti orang yang diperiksa maupun identitas detail dari masing-masing pihak yang dimintai keterangan.
Meskipun belum ada rilis resmi dari KPK, kehadiran salah satu pejabat penting Unsoed di lokasi pemeriksaan memperkuat dugaan keterlibatan pihak kampus. Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Noor Farid, terlihat keluar dari Gedung Satreskrim untuk melaksanakan ibadah salat di masjid Mapolresta Banyumas sekitar pukul 15.32 WIB.
Saat berusaha dikonfirmasi oleh para jurnalis yang telah bersiap di luar gedung, Prof. Noor Farid memilih untuk tidak memberikan komentar apa pun. Ia hanya melemparkan senyuman tipis dan berjalan menghindari kejaran media menuju ruang pemeriksaan kembali.
Hingga Kamis malam sekitar pukul 19.15 WIB, proses interogasi dilaporkan masih terus berlanjut. Kasus ini pun memicu tanda tanya besar di kalangan akademisi dan masyarakat Banyumas, mengingat Unsoed merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di wilayah tersebut. Langkah KPK yang meminjam tempat di kepolisian setempat ini sering kali menjadi indikasi awal adanya pengusutan kasus korupsi regional secara cepat dan efisien.
Di sisi lain, civitas akademika Unsoed dan publik berharap kasus ini dapat segera diperjelas oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi liar yang dapat mencederai nama baik institusi pendidikan tinggi tersebut. Publik kini menanti keterangan resmi dari juru bicara KPK mengenai status penanganan perkara ini serta potensi adanya penetapan tersangka baru.

