Hubungan bilateral antara Indonesia dan China semakin erat di sektor pertahanan. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, secara resmi menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Pertahanan China, Laksamana Dong Jun, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Jumat pagi. Pertemuan penting ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara di kawasan Asia-Pasifik.
Penyambutan Laksamana Dong Jun di halaman Kantor Kemhan berlangsung dengan penuh khidmat melalui upacara kenegaraan. Setibanya di lokasi, kedua menteri pertahanan tersebut langsung menuju podium kehormatan untuk mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing negara. Setelah prosesi tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin dan Dong Jun melakukan inspeksi pasukan bersama. Dalam momen simbolis yang menarik perhatian, kedua tokoh militer ini juga memberikan penghormatan khusus di depan patung proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Sukarno (Bung Karno), yang berdiri megah di area Kemhan.
Kunjungan resmi Menhan China ke Indonesia ini sebenarnya telah dimulai sejak sehari sebelumnya, di mana Laksamana Dong Jun mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan disambut langsung oleh Menhan Sjafrie. Kehadiran delegasi tingkat tinggi dari Beijing ini merupakan bagian dari rangkaian agenda penting, yaitu Dialog Strategis Komprehensif (CSD) serta pertemuan kedua Mekanisme Dialog 2+2.
Mekanisme Dialog 2+2 ini mempertemukan para menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari kedua negara guna membahas isu-isu keamanan, stabilitas kawasan, serta kolaborasi militer taktis. Selain Menhan Dong Jun, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, juga telah mendarat di Jakarta dan disambut oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Pertemuan tingkat tinggi ini tidak hanya sekadar formalitas diplomatik, melainkan sebuah langkah nyata dalam merumuskan arah kebijakan pertahanan bersama di tengah dinamika geopolitik global yang dinamis.
Dengan terlaksananya Dialog 2+2 ini, Indonesia menegaskan posisi politik luar negerinya yang bebas aktif, sekaligus memperkuat komitmen menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya melalui diplomasi pertahanan yang solid dengan kekuatan global seperti China.

