Site icon Media KotaKita

Karhutla Muara Medak Capai 115 Hektare, Kemenhut Segel Lahan Konsesi

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan kini memasuki fase krusial. Fokus pemadaman saat ini terkonsentrasi di tiga wilayah dengan dampak kerusakan terbesar, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Muara Enim. Dari ketiga wilayah tersebut, situasi di Muara Medak, Muba, menjadi yang paling parah dengan estimasi lahan hangus mencapai 115 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa tim Manggala Agni telah berjibaku di lokasi kebakaran selama lebih dari sepekan. Kendati demikian, kendala klasik seperti menipisnya cadangan air di sekitar lokasi kebakaran menghambat efektivitas pemadaman darat. Akibatnya, penambahan personel tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Guna mengatasi keterbatasan jalur darat, Satgas Udara mulai mengerahkan bantuan helikopter water bombing untuk mengguyur titik-titik api yang sulit dijangkau. Upaya ini juga didukung dengan rencana pengerahan alat berat untuk membuat sekat bakar darurat demi memutus penyeberangan api.

Sementara itu, langkah tegas diambil oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan dengan menyegel lahan hutan produksi seluas 25 hektare di kawasan KPH Lalan Mendis yang masuk dalam area kerja PT TCP. Penyelidikan intensif kini tengah berjalan untuk mengusut asal-usul api yang diduga kuat bermula dari area perkebunan kelapa sawit dan pinang di dalam kawasan konsesi tersebut.

Direktur Jenderal Gakkum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengingatkan seluruh korporasi pemegang izin untuk tidak lalai dalam menjaga konsesinya, terutama selama musim kemarau ekstrem. Pihak kementerian menegaskan akan menyeret pihak-pihak yang terbukti sengaja membakar lahan atau membiarkan kebakaran meluas ke ranah hukum tanpa pandang bulu.

Exit mobile version