Site icon Media KotaKita

Karhutla Kalteng Meluas: Gardu Induk PLN Lamandau Terancam, Petugas Jebol Pagar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan intensitas yang mengkhawatirkan. Kali ini, amukan si jago merah di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, mengancam objek vital negara, yaitu Gardu Induk PLN, serta area permukiman warga.

Kondisi lahan gambut yang kering akibat musim kemarau menjadi pemicu utama cepatnya perambatan api. Setelah sempat dijinakkan pada pagi hari, api kembali berkobar hebat di kawasan bekas persawahan dan langsung bergerak mendekati infrastruktur kelistrikan utama di wilayah tersebut. Petugas gabungan pun terpaksa mengambil tindakan darurat demi menyelamatkan gardu induk tersebut dari kerusakan fatal.

Kepala BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengungkapkan bahwa pengamanan Gardu Induk PLN dan rumah-rumah warga menjadi prioritas utama tim di lapangan. Upaya pemadaman dilakukan secara ekstrem, termasuk menjebol sebagian pagar pembatas gardu agar selang air dan petugas damkar bisa mengakses titik api dengan lebih cepat.

Selain jalur darat, operasi pemadaman juga diperkuat lewat udara dengan mengerahkan helikopter water bombing yang mengambil air dari Sungai Lamandau. Ratusan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Damkar, hingga relawan masyarakat bahu-membahu membuat parit penyekat guna memperlambat laju pergerakan api agar tidak meluas.

Sementara itu, ancaman serupa juga mengintai wilayah tetangga, Kotawaringin Barat (Kobar). Kebakaran hebat dilaporkan mulai mendekati kawasan padat penduduk di Karang Anyar, Kumpai Batu Bawah, dan wilayah Kubu. Tim Satgas Karhutla Kobar terpaksa membagi kekuatan guna mengantisipasi agar api tidak melumat tempat tinggal warga.

Hingga kini, kesiapsiagaan penuh masih diberlakukan di kedua kabupaten tersebut. Petugas terus bersiaga siang dan malam guna memantau pergerakan api yang sewaktu-waktu bisa kembali membesar akibat tiupan angin kencang.

Exit mobile version