Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengambil langkah nyata dalam penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak sendirian, Wapres Gibran memboyong perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) untuk turun langsung ke lapangan guna membantu proses pemulihan psikologis atau trauma healing bagi para korban terdampak gempa bumi.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Kamis (20/8) ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan darurat berjalan optimal. Lebih dari sekadar bantuan logistik, kehadiran Gibran bersama akademisi muda ini menekankan pentingnya aspek kesehatan mental bagi warga yang terguncang akibat rentetan bencana gempa bumi di wilayah tersebut.
Menurut Gibran, kepedulian dan energi positif dari generasi muda harus diwadahi secara produktif. Keterlibatan mahasiswa UI dalam aksi kemanusiaan ini dinilai sebagai representasi nyata dari nilai gotong royong bangsa Indonesia. Melalui keahlian spesifik di bidang psikologi, para mahasiswa diharapkan mampu memberikan pendampingan emosional yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dan warga di pengungsian.
Selama berada di NTT, Wapres dijadwalkan meninjau beberapa wilayah yang mengalami dampak cukup parah, di antaranya Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Selain memantau fasilitas pelayanan dasar, Gibran juga ingin memastikan kebutuhan pokok pengungsi di masa tanggap darurat terpenuhi dengan baik agar kebijakan pemulihan yang diambil pemerintah tepat sasaran.
Kondisi di NTT sendiri saat ini masih fluktuatif. Berdasarkan laporan terbaru, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,8 sempat kembali mengguncang kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana alam ini telah mengakibatkan 71 orang meninggal dunia, sementara ribuan warga lainnya terpaksa bertahan di posko-posko pengungsian demi keselamatan mereka.
Langkah kolaboratif antara pemerintah dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan NTT, tidak hanya dari segi infrastruktur fisik tetapi juga mentalitas masyarakat agar siap bangkit kembali pascabencana.

