Site icon Media KotaKita

Kemensos dan UPI Luncurkan 1.018 Modul Digital Sekolah Rakyat, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Marjinal

Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan marjinal melalui penyerahan 1.018 modul pembelajaran untuk Sekolah Rakyat. Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memperkuat sistem pembelajaran anak-anak di bawah naungan Sekolah Rakyat secara digital dan merata di seluruh Indonesia.

Serah terima modul yang mencakup 177 mata pelajaran ini dilakukan langsung di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta. Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menegaskan bahwa kesuksesan Sekolah Rakyat memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Modul-modul ini tidak hanya menjadi materi ajar yang statis, melainkan instrumen dinamis yang akan terus dievaluasi dan disempurnakan demi menyesuaikan kebutuhan peserta didik di lapangan.

Menariknya, kurikulum baru ini dirancang tidak hanya berorientasi pada nilai akademis, melainkan juga berfokus pada pembentukan karakter, mental, spiritual, serta aspek psikososial siswa. Pendidikan di Sekolah Rakyat harus membangun manusia secara utuh, ujar Robben. Dedikasi ini terbukti dari banyaknya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menorehkan prestasi gemilang, mulai dari menjadi anggota Paskibraka nasional hingga menyabet medali di berbagai olimpiade ilmiah dan olahraga.

Dari sisi teknis, Kepala Biro Perencanaan Kemensos, Cecep Sulaeman, merinci ribuan modul tersebut. Sebanyak 322 modul untuk 63 mata pelajaran disiapkan untuk tahun 2025, disusul 696 modul dengan 114 mata pelajaran pada tahun 2026. Modul ini terbagi untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 73 mata pelajaran, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 44 mata pelajaran, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 60 mata pelajaran.

Untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi, seluruh modul ini akan diintegrasikan ke dalam sistem digital berbasis Learning Management System (LMS). Dengan integrasi teknologi ini, para pengajar dan siswa di berbagai pelosok daerah dapat mengakses materi pelajaran dengan sangat mudah dan cepat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Rudy Susilana, turut menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan Kemensos. Ia menekankan bahwa penyusunan modul ini merupakan aksi nyata civitas akademika dalam mendukung hak pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Selain penyerahan modul, acara ini juga diisi dengan bedah buku Muslim Chaplaincy Indonesia yang berfokus pada penguatan bimbingan rohani profesional di ruang publik.

Exit mobile version