Aktivitas pagi para komuter ibu kota yang mengandalkan layanan Transjakarta Koridor 13 terganggu pada Kamis (20/8). Koridor ikonik yang akrab disapa “Jalur Langit” ini mengalami keterlambatan operasional yang cukup signifikan, memicu penumpukan calon penumpang di sejumlah halte sepanjang rute tersebut.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis manajemen Transjakarta, kendala operasional ini dipicu oleh adanya pengerjaan proyek galian saluran air di kawasan Jalan Ciledug Raya. Imbas dari proyek infrastruktur tersebut, arus lalu lintas dari arah Petukangan menuju Batas Kreo mengalami kemacetan parah. Kemacetan di jalur arteri bawah ini rupanya berdampak domino, menghambat laju armada bus yang hendak masuk dan bersirkulasi di koridor layang khusus.
Beberapa rute andalan warga yang terdampak langsung antara lain Koridor 13 (Ciledug – Tendean), Rute 13B (Puri Beta – Pancoran), serta Rute Express L13E (Puri Beta – Kuningan). Kemacetan di bawah berimbas langsung pada waktu tunggu kedatangan bus (headway) yang menjadi jauh lebih lama dari biasanya.
Kondisi Penumpukan di Halte Swadarma Paragon
Akibat tersendatnya kedatangan armada bus, penumpukan calon penumpang terlihat jelas di beberapa titik halte yang biasanya relatif kondusif, salah satunya adalah Halte Swadarma Paragon. Hingga pukul 08.30 WIB, antrean padat penumpang masih mengular di area peron, menanti armada yang terlambat tiba akibat terjebak kemacetan di titik putaran.
Upaya taktis seperti pengerahan bus poros (looping) yang biasanya diandalkan untuk mengurai kepadatan di jam sibuk pagi hari, kali ini kurang berjalan efektif. Armada bus bantuan tersebut dilaporkan sudah terisi penuh oleh penumpang dari halte ujung sebelum sempat menjangkau dan mengangkut calon penumpang di Halte Swadarma Paragon.
Pihak Transjakarta melalui akun media sosial resminya telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan setianya. Bagi warga yang hendak melintasi kawasan Ciledug Raya atau menggunakan Koridor 13, disarankan untuk berangkat lebih awal atau mencari rute alternatif guna menghindari keterlambatan aktivitas kerja maupun sekolah.

