Site icon Media KotaKita

Tanggap Darurat Gempa NTT: Pemerintah Distribusikan 253 Ton Bantuan Logistik Lewat Udara dan Laut

Pemerintah Indonesia terus bergerak cepat dalam menangani dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima pascabencana, total bantuan logistik yang telah dikirimkan ke wilayah terdampak mencapai 253 ton. Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi dapat segera terpenuhi secara merata.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa mobilisasi bantuan dilakukan secara bertahap dan masif sejak hari pertama. Pada Rabu dini hari saja, pemerintah kembali memberangkatkan lima pesawat militer dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan mengangkut 65 ton logistik tambahan. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, air bersih, tenda darurat, obat-obatan, serta perlengkapan sanitasi.

Untuk mengoptimalkan rantai distribusi di lapangan, pemerintah telah menetapkan dua posko utama penanggulangan bencana, yaitu di Labuan Bajo dan Maumere. Posko Labuan Bajo difokuskan untuk menyuplai pasokan ke wilayah Manggarai dan Ngada. Sementara itu, jalur distribusi dari Posko Maumere diarahkan langsung untuk menjangkau masyarakat di Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Proses pengiriman logistik ini memanfaatkan seluruh jalur transportasi yang tersedia demi menembus area tersulit. Di jalur udara, armada helikopter dan pesawat Cassa dikerahkan untuk menjangkau wilayah pelosok. Dari sektor laut, TNI Angkatan Laut menyiagakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) beserta satu kapal rumah sakit terapung untuk memberikan penanganan medis darurat. Sementara untuk jalur darat, Kementerian Pekerjaan Umum mengonfirmasi bahwa seluruh akses jalan utama yang sempat terhambat kini sudah pulih dan dapat dilalui.

Langkah pemulihan yang cepat ini menjadi sangat krusial mengingat skala dampak gempa yang cukup besar. Berdasarkan data mutakhir dari Basarnas, bencana ini telah mengakibatkan 70 orang meninggal dunia dan 132 warga mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat ada sekitar 40.040 warga yang terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendampingi warga terdampak hingga situasi kembali kondusif.

Exit mobile version