Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kepastian penting mengenai masa depan sektor pendidikan di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa program beasiswa bergengsi LPDP Jakarta akan tetap diluncurkan sesuai jadwal pada tahun 2027 mendatang. Penegasan ini sekaligus menjawab keraguan publik pasca adanya usulan penundaan dari legislatif.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyarankan agar anggaran program beasiswa tersebut dialihkan terlebih dahulu untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah yang mengalami kerusakan fisik. Namun, Pramono meyakinkan bahwa kedua program strategis tersebut—perbaikan infrastruktur sekolah dan pemberian beasiswa—bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.
Pramono menjelaskan bahwa pembiayaan untuk renovasi sekolah rusak telah dicarikan solusi alternatif yang sangat efektif. Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan dana dari skema Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk mendanai perbaikan fasilitas pendidikan, termasuk di antaranya SDN 9 dan SDN 11 Jakarta. Proyek rehabilitasi fisik ini ditargetkan mulai berjalan pada bulan depan.
“Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan sebagian mengambil dana dari KLB, dan pembangunannya akan dimulai bulan depan. Anggaran untuk penanganan sekolah rusak ini bahkan jauh lebih besar dari yang diusulkan semula. Oleh karena itu, program beasiswa LPDP Jakarta dipastikan akan tetap berjalan,” terang Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta.
Di sisi lain, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, sempat menyarankan agar Pemprov DKI menetapkan skala prioritas yang lebih mendesak. Menurutnya, program sekolah swasta gratis serta perbaikan ruang kelas yang rusak seharusnya mendapat porsi perhatian dan anggaran utama sebelum melangkah ke program beasiswa internasional.
Meski begitu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menilai investasi SDM lewat beasiswa luar negeri ini sangat krusial. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rancangan anggaran sebesar Rp99,9 miliar untuk merealisasikan program LPDP Jakarta pada 2027. Langkah visioner ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta unggul dari Jakarta yang mampu bersaing di kancah global.

