BORDEAUX — Peta persaingan kompetisi basket putri dunia semakin memanas menjelang bergulirnya ajang bergengsi FIBA 3×3 Women’s Series Bordeaux 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Prancis pada 19-20 Agustus mendatang. Klub raksasa asal Azerbaijan, Neftchi Socar, secara resmi menempati posisi puncak sebagai tim unggulan utama dalam gelaran seri kali ini.
Sebagai kandidat terkuat, Neftchi Socar akan menumpukan harapan besarnya pada bintang andalan mereka, Alexandra Mollenhauer. Pebasket bertalenta ini saat ini menguasai peringkat teratas dalam perolehan total poin pemain Women’s Series, menjadikannya sosok paling krusial yang diprediksi bakal menjadi pembeda utama di lapangan.
Meski memegang status unggulan pertama, langkah Neftchi Socar dipastikan tidak akan berjalan mudah. Sejumlah tim elit dunia telah bersiap merusak dominasi mereka. Tim unggulan kedua, Amsterdam, serta Rapid Bucharest yang menghuni posisi unggulan ketiga, menjadi ancaman paling nyata. Rapid Bucharest sendiri diperkuat oleh Hortense Limouzin, pebasket tangguh yang menempel ketat Mollenhauer di peringkat kedua total nilai pemain.
Tak kalah menarik, pertarungan di babak grup diprediksi bakal menyajikan tontonan berintensitas tinggi:
- Grup A: Dihuni oleh sang unggulan utama Neftchi Socar, Chile, dan wakil Eropa, Italia.
- Grup B: Dipimpin oleh Amsterdam yang harus berhadapan dengan kekuatan besar tuan rumah Prancis serta tim kuat Amerika Serikat.
- Grup C: Menampilkan aksi Rapid Bucharest melawan Spanyol—yang kembali diperkuat Gracia Alonso de Armino—serta pemenang dari babak kualifikasi Grup A.
- Grup D: Berisi persaingan sengit antara Prancis U25, tim konsisten Beijing yang dimotori Zhang ZhiTing, dan pemenang kualifikasi Grup B.
Tuan rumah Prancis dipastikan bakal mendapatkan lecutan motivasi berlipat ganda berkat dukungan penuh publik sendiri serta kehadiran pemain andalan mereka, Marie Mane. Di sisi lain, perwakilan Asia, Beijing, diyakini tetap menjadi kontender menakutkan yang siap memberikan kejutan di papan atas klasemen.
Seri Bordeaux ini memiliki peranan yang sangat krusial karena menjadi bagian dari 25 rangkaian tur tahunan FIBA 3×3 Women’s Series. Setiap poin yang diraih oleh tim-tim peserta akan sangat menentukan langkah mereka untuk mengamankan tiket menuju partai pamungkas, Women’s Series Final, yang bakal digelar di Shanghai, China, pada 5-6 September mendatang.

