Fraksi Partai Golkar di DPR RI mengambil langkah taktis dengan merombak besar-besaran susunan kepengurusan fraksi, pimpinan komisi, hingga Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Langkah penyegaran ini diumumkan secara resmi dalam rapat paripurna DPR RI, menandai babak baru konsolidasi internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi, Muhammad Sarmuji, menjelaskan bahwa keputusan rotasi ini didasarkan pada surat fraksi tertanggal 14 Agustus mengenai Penetapan Susunan Keanggotaan AKD dari FPG DPR RI. Menurutnya, perubahan posisi ini merupakan hal lumrah demi mengoptimalkan kinerja legislasi dan pengawasan di parlemen.
Salah satu perubahan signifikan terjadi pada posisi Sekretaris Fraksi Golkar, yang kini dijabat oleh Gde Sumarjaya Linggih. Ia menggantikan Sari Yuliati, yang sebelumnya telah dipromosikan sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir. Pergeseran taktis juga melanda komisi-komisi penting di DPR.
Di Komisi II, posisi Wakil Ketua kini ditempati oleh politisi senior Agun Gunanjar Sudarsa, menggantikan Zulfikar Arse. Sementara itu, kursi Wakil Ketua Komisi III yang sempat kosong kini resmi diisi oleh Daniel Mutaqien Syafiuddin. Penyegaran juga terjadi di Komisi X, di mana posisi Ketua yang sebelumnya diemban Hetifah Sjaifudian kini beralih ke tangan Agung Widyantoro. Hetifah sendiri dipindahtugaskan menjadi anggota Komisi VII.
Dalam proses perombakan ini, Sarmuji tidak menampik adanya dinamika internal yang cukup alot. Ia berkelakar bahwa proses rotasi kali ini terasa “ngeri-ngeri sedap” karena banyaknya kader potensial yang memiliki kedekatan kuat dengan pengurus pusat maupun organisasi pendiri Golkar, seperti SOKSI, Kosgoro, dan MKGR.
“Prosesnya cukup menantang karena semua kader terbaik memiliki kontribusi besar. Oleh karena itu, saya juga memohon pengarahan langsung dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia agar soliditas fraksi tetap terjaga erat,” pungkas Sarmuji.

