Site icon Media KotaKita

Gandeng Seniman Jerman, Pramono Anung Resmikan Pameran SBY Art Community 2026 di TIM

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka perhelatan bergengsi Pameran SBY Art Community 2026 yang digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Mengusung tema besar ‘Art for Peace and a Better Future: Collaboration’, ajang seni rupa lintas negara ini menjadi jembatan diplomasi budaya yang mempertemukan talenta kreatif dari Indonesia dan Jerman.

Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus tersebut merupakan buah kolaborasi apik antara SBY Art Community dan Kornfeld Galerie Berlin. Sinergi ini sekaligus mempertegas hubungan erat Jakarta dan Berlin sebagai sister city melalui pertukaran kreativitas dan gagasan global. Deretan karya memukau ditampilkan, mulai dari seniman kenamaan asal Jerman, Christopher Lehmpfuhl, hingga perupa berbakat Tanah Air seperti Catur Nugroho dan Cia Syamsiar.

Dalam sambutannya, Pramono Anung menegaskan bahwa seni lukis menempati posisi istimewa dalam peradaban manusia. Menurutnya, goresan kanvas melampaui sekadar nilai estetika visual, melainkan medium penyampai pesan kemanusiaan dan harapan akan masa depan dunia yang lebih harmonis.

“Bagi saya, seni lukis memiliki tempat yang istimewa. Lukisan bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang gagasan dan pesan yang ingin disampaikan. Dari kanvas, warna, dan sapuan kuas, kita dapat menangkap gambaran sekaligus harapan tentang dunia yang lebih baik dan penuh perdamaian,” ungkap Pramono.

Di sela-sela peninjauan galeri, Pramono juga membagikan apresiasi mendalamnya terhadap dedikasi artistik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengoleksi tiga lukisan karya SBY dan berharap dapat terus menambah portofolio apresiasi seninya di masa mendatang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk terus merevitalisasi ruang-ruang kebudayaan publik seperti TIM. Lewat penguatan ekosistem seni, festival kebudayaan, dan keterbukaan galeri seni kelas dunia, Jakarta diarahkan menjadi episentrum kota global yang tetap teguh berpijak pada kekayaan identitas budaya lokal.

Exit mobile version