Site icon Media KotaKita

Dampak Gempa NTT: Desa Lidi di Pulau Palu’e Masih Terisolir, Warga Krisis Air Bersih

Lima hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kondisi memprihatinkan masih menyelimuti warga Desa Lidi di Pulau Palu’e, Kabupaten Sikka. Hingga kini, desa tersebut dilaporkan masih terisolasi sepenuhnya akibat akses transportasi yang lumpuh total. Jalur darat tertutup material longsor berupa batu raksasa dan tanah, sementara jalur laut tidak dapat ditembus karena gelombang tinggi yang membahayakan tim penyelamat.

Wakapolres Sikka, Kompol Marselus Yugo Amboro, mengungkapkan bahwa situasi di Desa Lidi sangat berisiko. Tim gabungan dari Polres Sikka, Basarnas, dan TNI saat ini masih tertahan di Pulau Palu’e dan belum bisa menjangkau titik lokasi demi keselamatan. Hambatan cuaca ekstrem dan medan yang ekstrem menyulitkan proses evakuasi dan penyaluran bantuan logistik ke wilayah tersebut.

Kondisi di dalam desa kian kritis karena warga mulai kehabisan pasokan makanan dan air bersih. Demi bertahan hidup, beberapa warga terpaksa memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan air konsumsi. Nahas, seorang warga bernama Servasius Sanda (25) dilaporkan terjatuh dari pohon kelapa akibat guncangan gempa susulan saat ia sedang memanjat. Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di puskesmas terdekat.

Di sisi lain, jumlah korban meninggal akibat gempa di Kabupaten Sikka kini bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru adalah seorang Frater bernama Leonardus Noprianto Waku. Leonardus sebelumnya sempat kritis setelah nekat melompat dari lantai tiga gedung Seminari Tinggi Filsafat Katolik Ritapiret di Maumere saat gempa terjadi. Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, mengonfirmasi bahwa korban mengembuskan napas terakhirnya di RSUD TC. Hillers Maumere.

Untuk membantu meringankan trauma para penyintas, Polda NTT bersama Polres Sikka menggelar program pemulihan trauma (trauma healing) di posko pengungsian Gelora Samador Maumere. Upaya ini dipimpin langsung oleh Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, guna memulihkan kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak, agar bisa bangkit dari bayang-bayang bencana mematikan tersebut.

Exit mobile version