Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bergerak cepat mengantisipasi kelumpuhan layanan medis pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu langkah taktis yang diambil adalah dengan mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai. Fasilitas darurat ini didirikan untuk menopang pelayanan RSUD Ruteng yang mengalami dampak kerusakan akibat guncangan gempa kuat beberapa waktu lalu.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, meninjau langsung persiapan fasilitas medis darurat tersebut guna memastikan penanganan korban berjalan optimal. Menkes menjelaskan bahwa Kemenkes telah mendirikan lima tenda utama di area stadion. Empat tenda dialokasikan sebagai ruang rawat inap pasien yang mampu menampung masing-masing 20 orang, sementara satu tenda lainnya dirancang khusus sebagai ruang operasi darurat yang steril.
Guna mengantisipasi lonjakan pasien, Kemenkes berencana meningkatkan kapasitas rumah sakit lapangan ini hingga menampung sedikitnya 100 tempat tidur. Logistik tambahan berupa tenda medis saat ini tengah dikirimkan dari Bali untuk memperkuat kapasitas pelayanan di zona bencana. Langkah ini diambil agar seluruh korban luka dapat ditangani dengan layak dan cepat.
Keunggulan dari rumah sakit lapangan ini terletak pada desain tenda berstandar internasional yang biasa digunakan dalam misi kemanusiaan global. Lantai tenda dilapisi bahan khusus yang menjaga kebersihan, mencegah masuknya air saat hujan, serta memudahkan mobilisasi alat medis dan pasien. Ruang operasi di dalamnya juga dirancang steril dan terisolasi untuk mencegah infeksi selama tindakan bedah darurat dilakukan.
Kemenkes menilai keberadaan ruang operasi lapangan sangat krusial, terutama bagi korban yang mengalami trauma fisik dan patah tulang akibat tertimpa bangunan runtuh. Selain di Manggarai, konsep serupa juga akan segera direplikasi di Kabupaten Nagekeo demi memperluas jangkauan layanan kesehatan darurat. Upaya penyelamatan ini terus diprioritaskan mengingat data terkini mencatat korban gempa NTT telah mencapai 70 orang meninggal dunia dan 132 orang luka-luka.

