Suasana khidmat dan penuh rasa nasionalisme menyelimuti halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8) sore. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam prosesi Penurunan Bendera Merah Putih, yang menjadi puncak penutup dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Prosesi sakral yang dimulai sekitar pukul 16.40 WIB tersebut berlangsung dengan sangat presisi dan lancar. Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Upacara. Momen krusial penurunan sang saka berhasil dijalankan secara sempurna oleh jajaran anggota Paskibraka dari Tim Indonesia Adil Makmur.
Perhatian publik turut tertuju pada sosok Neeltje Deliana Insjowi Werimon, perwakilan asal Papua yang mengemban mandat krusial sebagai pembawa baki. Dengan derap langkah yang mantap dan penuh ketenangan, Neeltje menyerahkan Sang Saka Merah Putih yang telah terlipat rapi secara langsung kepada Presiden Prabowo di panggung kehormatan.
Setelah bendera berhasil diturunkan, duplikat Bendera Merah Putih bersama dengan naskah asli Teks Proklamasi diarak kembali menuju tempat penyimpanannya di Monumen Nasional (Monas) melalui prosesi kirab budaya yang anggun.
Tak hanya kekhusyukan upacara yang menjadi sorotan, gaya berbusana Presiden Prabowo juga menarik perhatian masyarakat. Dalam upacara penurunan sore hari, Kepala Negara tampil karismatik dalam balutan busana adat Melayu bernuansa krem. Ia mengenakan atasan beskap kerah tegak yang dipadukan dengan celana senada, dililit kain songket cokelat elegan di pinggang, peci hitam, serta ronce bunga melati yang menjuntai manis di dada.
Gaya ini memberikan nuansa segar dibanding saat beliau memimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi pada pagi harinya, saat Prabowo mengenakan pakaian adat Melayu Teluk Belanga berwarna navy blue. Kehadiran para tamu undangan dengan aneka ragam pakaian adat daerah kian menyempurnakan keindahan perayaan kemerdekaan tahun ini.

