Kolombia tengah menghadapi masa-masa sulit pascabencana gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayahnya. Estimasi kerugian langsung akibat bencana alam ini dilaporkan menembus angka fantastis, yakni mencapai 30 triliun peso atau setara dengan 7,5 miliar dolar AS (sekitar Rp133 triliun). Estimasi awal ini disampaikan langsung oleh Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, berdasarkan pemodelan data dari lembaga swasta.
Menurut Presiden de la Espriella, kerusakan fisik terkonsentrasi di beberapa wilayah vital seperti Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas. Dari total kerugian tersebut, sektor pemukiman dan bangunan menjadi yang paling terdampak dengan nilai kerusakan mencapai 24,5 triliun peso. Sementara itu, kerusakan pada sektor infrastruktur publik diestimasikan menyentuh angka 5,5 triliun peso. Wilayah Departemen Choco tercatat sebagai daerah dengan tingkat kerusakan paling parah secara relatif, sehingga akan menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat dan rekonstruksi.
Guna mengatasi krisis ini dan mempercepat proses pemulihan pascabencana, Pemerintah Kolombia mengumumkan pembentukan dana khusus yang dinamakan Dana Milagro (Milagro Fund). Skema pemulihan terpadu ini mengadopsi kesuksesan pengelolaan Dana Forec (Forec Fund) yang pernah dibentuk saat negara tersebut menghadapi gempa bumi dahsyat di kawasan Sabuk Kopi pada tahun 1999 silam.
Langkah pemulihan ini dipastikan akan melibatkan kolaborasi lintas sektor yang masif. Pemerintah Kolombia merangkul industri konstruksi, sektor keuangan, perusahaan asuransi, hingga para pemimpin daerah seperti gubernur dan wali kota. Presiden de la Espriella secara khusus mengimbau pihak perbankan untuk menurunkan suku bunga demi meringankan beban warga terdampak yang ingin membangun kembali tempat tinggal mereka. Selain itu, sektor konstruksi juga diharapkan berkontribusi aktif dalam proyek perbaikan hunian.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengungsi dan korban yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah setempat juga menyiapkan berbagai stimulus sosial. Bantuan yang disiapkan meliputi subsidi sewa rumah sementara, pemotongan tagihan air dan listrik, hingga program jangka panjang berupa pembangunan rumah baru dan renovasi rumah yang rusak.

