Jakarta – Momen bersejarah Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka kembali melahirkan putra-putri terbaik bangsa. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang diberi nama Tim “Indonesia Berdaulat” secara resmi telah dikukuhkan untuk menjalankan tugas mulia mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara detik-detik proklamasi.
Penetapan tim ini menjadi puncak dari proses seleksi ketat dan latihan kedisiplinan tinggi yang melibatkan para pelajar pilihan dari berbagai penjuru tanah air. Dari sekian banyak talenta muda, sosok Celina Olivia Apriani Theo menjadi sorotan utama. Pelajar berbakat asal SMK Negeri 5 Pontianak, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, berhasil terpilih menduduki posisi krusial sebagai pembawa bendera Merah Putih.
Tak kalah menginspirasi, posisi cadangan pembawa baki dipercayakan kepada Eighteen Jeanette Hekboy, siswi SMA Negeri 1 Kupang yang mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua srikandi muda ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga kehormatan sang saka Merah Putih di hadapan seluruh rakyat Indonesia.
Pada formasi inti Kelompok 8, posisi Komandan Kelompok dipercayakan kepada Achmad Fachri Mubarok, siswa SMKN 1 Kota Jambi perwakilan Provinsi Jambi. Sementara itu, peran penting pengerek bendera diamanahkan kepada I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti, siswa SMAN 7 Banjarmasin dari Kalimantan Selatan. Ia didampingi oleh M. Aryo Wira Zandhyka Y, pelajar SMAN 7 Kota Bengkulu dari Provinsi Bengkulu, yang bertugas sebagai pembentang bendera.
Keharmonisan formasi Paskibraka ini semakin lengkap dengan kehadiran Ahmad Raditya, siswa SMK Penerbangan AAB Adi Sucipto perwakilan D.I Yogyakarta, yang dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Kelompok 17. Seluruh pergerakan pasukan muda ini berada di bawah komando kepemimpinan yang tegas dari Kapten Mar Rachmatsah Adi Putera, yang menjabat sebagai Komandan Kompi Paskibraka. Kapten Rachmatsah sendiri merupakan Komandan Kompi Senapan H Yonif 9 Brigif 4 BS Korps Marinir.
Kehadiran Tim “Indonesia Berdaulat” bukan sekadar rutinitas upacara tahunan, melainkan cerminan keberagaman dan persatuan pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semangat dan kedisiplinan yang ditunjukkan para Paskibraka ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

